
Orang inggris mengatakan
“teenager today would be leader for tomorrow” atau pelajar dan remaja hari ini akan menjadi pemimpin pada hari esok. Pepatah tersebut jelas mengungkapkan bahwa pelajar dan remaja sekarang merupakan calon pemimpin, yang akan menjadi sosok leadership dimasa yang akan dating.
Dunia terus berputar dan pemimpin terus berganti, pemimipin saat ini akan meniggal dunia dan sebagai penggantinya adalah generasi saat sekarang. Jadi, maju mundurnya bangsa ini di masa yang akan datang terletak di tangan generasi pelajar dan remaja saat ini.
Menurut
Harold Alberty (1957) mengemukakan bahwa masa remaja merupakan suatu periode dalam perkembangan yang dijalani seseorang, yang terbentang sejak berakhirnya masa kanak-kanak sampai dengan awal masa dewasa. Masa remaja merupakan masa perkembangan individu yang sangat penting masa-masa yang amat kritis yang mungkin the best of time and the worst of time. Masa remaja dapat ditandai dengan adanya berbagai perubahan, baik secara fisik maupun psikis, yang mungkin saja dapat menimbulkan problema tertentu bagi si remaja.
Masuknya arus globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Hal ini di tandai dengan mudahnya kita mendapat informasi atau menyaksikan secara lansung kejadian-kejadian yang terjadi di belahan dunia dengan melalu internet, handphone, media elektronik dan media massa. Nah, Apabila tidak disertai dengan upaya pemahaman diri dan pengarahan diri secara tepat pada si pelajar atau remaja, maka dapat menjurus pada berbagai tindakan kenakalan remaja dan kriminal.
Akhir-akhir ini di beberapa media masa dan media elektronik sering kita membaca dan mendengar berita tentang perbuatan kriminalitas yang tejadi di negeri yang kita cintai ini. Seorang anak remaja yang tega menghabisi nyawa ayahnya karena tidak sanggup untuk membeli motor. Kejadian pada tahun kemarin media massa juga memberitakan, ada orang tua kandung yang tega meniduri anaknya sendiri dan sebaliknya ada seorang anak remaja yang meniduri ibu kandungnya sendiri hingga hamil. Anehnya, setelah ibunya melahirkan anak haram tersebut, ia merasa kebingungan untuk memanggilnya. Dia memanggil adik juga tidak mungkin dan di panggil sebagai anak juga tidak bisa karena ibu kandungannya sendiri dan mereka haram untuk menikah. Nauzibillah himinzalik. Belum lagi, kasus penculikan dan mutilasi sex yang dilakukan oleh babe. Dan baru-baru ini juga kasus penculikan pelajar atau remaja putri melalui situs pertemanan jaringan facebok.
Kasus-kasus lain, seperti merokok, minuman keras, pemakaian narkoba, free sex, pemerkosaan, dan kasus-kasus kriminalitas lainnya. Kerusakan moral sudah merebak diseluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja sampai orang dewasa serta orang yang sudah lanjut usia. Semua kalangan tidak mau disalahkan, pemerintah menyatakan diri telah berusaha memperbaiki dekadensi moral ini dengan berbagai program yang hanya tertulis dalam kertas-kertas, ulama’ menyatakan diri sama dengan pemerintah telah melakukan berbagai usaha untuk memperbaikinya, berbagai organisasi dan gerakan dideklarasikan tetapi hanya sebatas wacana belaka kenyataannya tetap saja moral negeri ini tidak bisa di perbaiki. Lantas, jika semuanya merasa telah berbuat kenapa semua ini masih saja terjadi? Lantas siapa yang harus disalahkan? Apakah pemerintahan yang memiliki kuasa yang bersalah? Atau para ulama’ ? saya rasa terlalu sempit pemikiran kita jika kita hanya menyalahkan pemerintah atau ulama’. Semua kita bertanggung jawab atas dekadensi moral yang terjadi dinegeri ini, kita adalah orang-orang yang akan bertanggung jawab atas musibah moral ini. Kita wajib menyelamatkan pelajar dan remaja kita dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah dan RasulNya serta pelanggaran undang-undang Negara Republik Indonesia.
Beberapa faktor yang menyebabkan masalah ini terjadi :Pertama, pedidikan dan pembinaan dari orang tua.Orang tua adalah orang yang paling bertanggung jawab dengan akhlak dan prilaku anaknya. Yahudi atau Nasrani anaknya tergantung dari orang tuanya, pembinaan dari orang tua adalah faktor terpenting dalam memperbaiki dan membentuk generasi yang baik. Orang tua sekarang sudah jarang memperhatikan tingkah laku anaknya di sebabkan tidak ada waktu untuk mengurusi anak karena sibuk untuk bekerja di kantor. Sehingga sang anak leluasa berbuat apa saja sesuai keinginannya sendiri, tidak ada larangan dan batasan.
Kedua, factor lingkungan.Lingkungan adalah faktor yang paling mempengaruhi prilaku dan watak anak, jika dia hidup dan berkembang di lingkungan yang buruk maka akhlanyapun akan seperti itu adanya sebaliknya jikadia berada di lingkungan yang baik maka ia akan menjadi baik pula “ Apabila kamu mengikuti suatu kaum maka kamu akan termasuk dari bagian kaum tersebut.” (Hadist)
Ketiga,Pemerintahan.Dalam hal ini yang lebih spesfiknya adalah lembaga pendidikan atau sekolah, tindakan kriminal dan kenakalan pelajar atau remaja ini sering terjadi ketika anak berada di sekolah dan jam pelajaran yang kosong, belum lama ini bahkan kita telah melihat di media adanya kekerasan antar pelajar yang terjadi disekolahnya sendiri. Tawuran antar pelajan, merokok dan kasus narkoba. Ini adalah bukti bahwa sekolah juga bertanggung jawab atas kenakalan dan dekadensi moral yang terjadi di negeri ini.
Dari berbagai faktor dan permasalahan yang terjadi dikalangan pelajar dan remaja masa kini sebagaimana telah disebutkan diatas, maka tentunya ada beberapa solusi yang saya tawarkan dalam
pembinaan dan perbaikan pelajar dan remaja masa kini.
Pertama, Pembinaan dalam Keluarga.
Sebagaimana disebut diatas bahwa kelurga juga punya andil dalam membentuk pribadi seorang anak, jadi untuk memulai perbaikan, maka kita harus mulai dari diri sendiri dan keluarga. Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Mulailah perbaikan dari sikap yang paling kecil, seprti selalu berkata jujur meski dalam gurauanpun jangan sampai ada kata-kata bohong, membaca do’a setiap malakukan hal-hal kecil, memberikan bimbingan agama yang baik kepada keluarga, dampingi anak dan bina ketika ia menonton TV dan dalam pemakaian internet. Apa yang harus ia tonton di acara TV dan situs apa yang harus dibuka di internet. Buatlah sanksi-sanksi yang mendidik, misalnya “ nak, situs ini jangan dibuka karena sangat berbahaya, begini yang betul, kalau melanggar perintah nanti dipotong uang jajan. dan masih banyak hal lagi yang bisa kita lakukan, memang tidak mudah melakukan dan membentuk keluarga yang baik dan menumbuhkan kesadaran kepada anak tetapi kita bisa lakukan itu dengan perlahan dan sabar, jika sabar dan yakin maka semuanya akan sangat bermakna dan memberikan manfaat bagi perbaikan generasi muda.
Kedua membentuk lingkungan yang baik.
Sebagaimana di sebutkan diatas lingkungan merupakan faktor terpenting yang mempengaruhi prilaku manusia, maka untuk menciptakan generasi yang baik kita harus menciptakan lingkungan yang baik dengan cara lebih banyak berkumpul dan bergaul dengan orang-orang yang sholeh, memilih teman yang dekat dengan sang Khalik. Boleh berteman dengan siapa saja tapi jadilah seperti ikan dilautan, walaupun ikan berada dilingkungan yang asin akan tetapi rasa ikan tetap enak untuk di konsumsi. Artinya, walaupun remaja tersebut berada dilngkungan yang kurang bagus tetapi di tidak terpengaruh dengan lingkungan yang buruk bahkan ia bisa mengubah lingkungannya menjadi lingkungan yang lebih baik. jika hal ini mampu di lakukan, maka peluang bagi remaja atau anak untuk melakuakn hal yang negatif akan sedikit berkurang.
Ketiga, sekolah.
Sekolah adalah lembaga pendidikan foramal yang memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan remaja, ada banyak hal yang bisa kita lakukan di sekolah untuk memulai perbaikan remaja, diantaranya melakukan program mentoring pembinaan remaja lewat kegiatan keagamaan seperti rohis, sispala, patroli kemanan sekolah, mengadakan seminar-seminar dengan mendatangkan pakar-pakar yang ahli dalam bidang remaja dan lain sebagainya.
Masih banyak hal lain yang bisa kita lakukan dalam memperbaiki problematika remaja yang terjadi saat ini. Semuanya adalah tanggung jawab kita, orang bijak tidak meyalahkan keadaan tetapi mecari solusi untuk mengahadapi kenyataan. Marilah kita bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk memperbaiki masa depan generasi kita, karena hitam dan putih bangsa ini ada di tangan mereka semua. Jangan sampai penjara yang ada di Indonesia ini di penuhi oleh generasi muda khususnya para remaja akibat perbuatan jahat yang mereka lakukan.
Mulailah dari sekarang kita menyelamatkan remaja Indonesia. Jika kita tidak memulai dari sekarang dan dari kita sendiri, maka siapa lagi yang akan memulai dan memperbaikinya. Tidak ada lagi kata untuk saling menyalahkan. Untuk memulai perbaikan ini butuh keseriusan semua pihak. Marilah kita sama-sama serius untuk memperbaiki masa depan bangsa ini.
“Mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok”. Marilah kita memulai tidak hanya dengan bermimpi tetapi dengan usaha yang nyata.