Panduan Penulisan Skripsi

00.01 Edit This 0 Comments »
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Pengertian
Pada umumnya dalam proses pendidikan tinggi, membuat karya ilmiah adalah merupakan suatu keharusan bagi setiap mahasiswa sebagai tugas akhir mereka memperoleh gelar kesarjanaan tertentu. Skripsi adalah sebuah karya ilmiah yang disusun/ditulis oleh seorang mahasiswa jenjang program strata satu (S1 dengan bimbingan seorang dosen pembimbing atau lebih pada akhir studinya yang berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan baik melalui penelitian kepustakaan atau melalui penelitian lapangan.
Dengan demikian jelaslah, ciri pokok skripsi dapat dilihat dari dua aspek yaitu : pertama, sebagai suatu hasil penelitian, karena skripsi disusun atau ditulis berdasarkan hasil penelitian dalam rangka pemecahan permasalahan tertentu. Kedua, sebagai suatu karya ilmiah, karena dalam pembahasannya menggunakan metode berpikir ilmiah antara lain : berpikir skeptik yaitu selalu mempertanyakan bukti atau fakta yang mendukung setiap pernyataan, berpikir secara analitik apabila selalu menganalisa pernyataan atau persoalan, dan berpikir kritik atau kritis yang selalu berdasarkan pikiran dan pendapat kita pada logika dan kita mampu menimbang berbagai hal secara obyektif berdasarkan pada data dan akal sehat (ketiga sikap berpikir tersebut) dapat dikembangkan dengan penelitian yang teratur, terencana dan sistematis.

1.2. Tujuan
Penyusunan buku pedoman penulisan skripsi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi para mahasiswa dalam kerangka tulisan dan format penulisan skripsi, serta keseragaman didalam pembimbingan penulisan skripsi oleh dosen pembimbing.

BAB 2
BAGIAN POKOK PROPOSAL DAN SKRIPSI
2.1.Bagian dan Format Proposal
Sebuah proposal penelitian merupakan usul penelitian yang lengkap dan jelas walaupun jumlah halamannya tidak dapat ditentukan bias pendek dan bisa juga panjang. Proposal penelitian juga harus mengemukakan berbagai hal secara terinci, sehingga pihak yang berkepentingan (sponsor,pembimbing) dapat melihat hubungan berbagai hal tersebut secara jelas tanpa banyak bertanya.
Disamping itu, proposal penelitian juga bersifat terus terang artinya dapat menunjukkan prosedur penelitian secara lengkap termasuk kesulitan-kesulitan yang mungkin akan ditemukan apabila penelitian benar-benar dilaksanakan.
Bagian-bagian proposal terdiri dari :
1. Bagian awal
2. Bagian inti/tubuh
3. Bagian akhir
2.1.1 Bagian Awal
2.1.1.1 Judul
Judul sebaiknya dirumuskan dalam kalimat singkat dan menggambarkan tema pokok, maksud dan tujuan serta obyek penelitian
2.1.1.2 Halaman Judul
Halaman judul merupakan halaman pertama proposal, biasanya diberi nomor halaman angka romawi kecil (i). Halaman judul memuat judul proposal, program studi, nama dan nomor sttb/nirm mahasiswa, tempat dan tahun. Kalimat-kalimat pada halaman judul diketik simetris (contoh terlampir).
2.1.1.3 Halaman Persetujuan
Bagian proposal setelah halaman judul adalah halaman persetujuan, berisi kalimat persetujuan oleh Dosen Pembimbing (contoh terlampir).
2.1.1.4 Daftar Isi
Merupakan gambaran atau petunjuk tentang garis besar isi keseluruhan proposal. Daftar isi disusun secara teratur mulai dari halaman judul sampai dengan lampiran (contoh terlampir).

2.1.2 Bagian Inti/Tubuh

2.1.2.1 Pendahuluan
Bab ini memuat latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian.

1. Latar Belakang
Dalam bagian ini, perlu diuraikan secara singkat dan jelas pentingnya penelitian tersebut dilakukan baik secara empiric maupun secara teoritis. Uraian dapat bersifat induksi maupun deduksi.
2. Perumusan Masalah
Apa yang menjadi masalah pokok perlu dijabarkan secara jelas dalam bagian ini. Pernyataan masalah harus menunjukkan gambaran tentang tujuan yang hendak dicapai dan arah analisis yang akan dilakukan dalam penelitian.
3. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Menguraikan secara singkat pernyataan tentang apa yang hendak dijawab atau dapat diperoleh melalui penelitian ini. Sedangkan kegunaan penelitian merupakan pernyataan tentang jawaban atas pernyataan sumbangan apa atau kontribusi yang dapat diberikan hasil penelitian tersebut terhadap pengembangan bidang ilmu, teknologi dan terhadap pemecahan persoalan pembangunan dan atau pengembangan institusi.
4. Sistematika Penulisan
Merupakan penjelasan secara keseluruhan isi skripsi yang akan disusun. Sistematika penulisan/rancangan isi tidak berarti sama dengan daftar isi, hanya memuat gagasan pokok dalam masing-masing bab (atau sub bab). Pentingnya rancangan isi ini dikemukakan dalam proposal skripsi agar adviser (pembimbing dan pihak akademik) dapat mengetahui dan memahami tujuan penelitian tersebut.
2.1.2.2 Tinjauan Pustaka
Bab ini menguraikan tentang kajian/telaah bahan pustaka yang relevan dengan masalah yang diteliti, hasil penelitian terdahulu yang sesuai dengan penelitian yang dilakukan dan dapat mendukung kerangka konseptual serta membantu merumuskan hipotesis.

1. Penelitian Terdahulu
Minimal 2 penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan terutama menyangkut persamaan variabel penelitian, alat analisis dan hasil penelitian serta perbedaannya dengan penelitian yang akan dilaksanakan.
2. Landasan Teori
Bagian ini berisi cuplikan bahan pustaka yang relevan dengan masalah yang diteliti dan sebaiknya menggunakan sumber pustaka yang terbaru.
3. Kerangka Pemikiran
Bagian ini menguraikan secara singkat keterkaitan antara teori dengan variable-variabel yang akan diteliti.
4. Hipotesis (bila perlu)
Merupakan jawaban sementara (dugaan) dari rumusan masalah yang diajukan.
2.1.2.3 Metode Penelitian
Dalam bab ini, perlu diuraikan secara jelas tentang bagaimana data yang diperlukan untuk menguji hipotesis dan menjawab masalah yang dikumpulkan dari sumber-sumber yang telah ada meliputi; Jenis/sifat/endekatan penelitian, jenis dan sumber data, populasi dan sampel/metode penarikan sampel (bila perlu), metode penarikan sampel (bila perlu), metode pengumpulan data (bila perlu), definisi operasional, dan alat Analisis.
1. Jenis Penelitian
Menguraikan tentang jenis penelitian yang akan dilakukan dimana dapat berupa penelitian deskriptif, penelitian exploratory, dan penelitian kausal atau kombinasi diantaranya.
2. Jenis dan Sumber Data
Menguraikan tentang jenis data yang digunakan dalam penelitian dimana dapat berupa data primer dan data sekunder.
3. Populasi dan Sampel
Berisi informasi tentang jumlah keseluruhan subyek yang akan diteliti dan menguraikan tentang penentuan sampel penelitian.
4. Metode Penarikan Sampel
Menguraikan tentang metode yang digunakan untuk menentukan besarnya sampel yang akan digunakan dalam penelitian.

5. Metode Pengumpulan Data (bila perlu)
Berisi tentang instrument penelitian, uji validitas dan uji realibilitas.
6. Definisi Operasional
Merupakan definisi dari setiap dimensi/variabel yang akan diteliti yang selanjutnya akan dijabarkan kedalam beberapa indikator, dan pada akhirnya akan diterjemahkan dalam kuesioner.
7. Alat Analisis
Menguraikan tentang alat yang akan digunakan untuk menjawab permasalahan dan tujuan penelitian yang harus disertai penjelasan tentang asumsi-asumsi yang mendasari penggunaan alat analisis tersebut.
8. Jadwal Waktu Penelitian
Menguraikan tentang rencana tahapan-tahapan penyelesaian skripsi maksimum 6 (enam) bulan/satu semester yang disajikan dalam bentuk tabel
2.1.3 Bagian Akhir Proposal
2.1.3.1 Daftar Pustaka
Berisi daftar yang secara lengkap memuat bahan-bahan literatur yang digunakan dalam penulisan skripsi, baik secara langsung (langsung dikutip dalam skripsi) maupun tidak langsung (tidak langsung dikutip tapi dibaca sebagai bahan pertimbangan).
2.1.3.2 Kuesioner Penelitian (bila perlu)
Berisi tentang rancangan daftar pertanyaan yang akan digunakan dalam penelitian.

2.2. Bagian Pokok Skripsi
Seperti halnya proposal, skripsi dibagi menjadi tiga bagian pokok, yaitu bagian awal skripsi, bagian inti/tubuh skripsi, dan bagian akhir skripsi.

2.2.1. Bagian Awal Skripsi
1. Sampul
Dalam sampul ini termuat; judul skripsi, logo, nama lengkap dan nomor stambuk mahasiswa, tahun penyelesaian skripsi (contoh terlampir).

2. Halaman Judul
Halaman judul merupakan halaman pertama skripsi, biasanya diberi nomor halaman angka romawi kecil (i). Halaman judul memuat judul skripsi, program studi, nama dan nomor sttb/nirm mahasiswa, tempat dan tahun penyelesaian. Kalimat-kalimat pada halaman judul diketik simetris (contoh terlampir).
3. Halaman Persetujuan/Pengesahan
Bagian skripsi setelah halaman judul adalah halaman persetujuan/pengesahan, berisi kalimat persetujuan/pengesahan oleh Dosen Pembimbing dan Panitia Ujian Skripsi (contoh terlampir)
4. Kata Pengantar
Dalam kata pengantar diuraikan secara singkat tentang maksud penulisan skripsi, faktor penghambat dan penunjang dalam penyelesaian skripsi serta ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian penulisan skripsi tersebut (contoh terlampir).
5. Abstraksi
Abstraksi adalah merupakan ringkasan skripsi. Bagian ini berisi judul skripsi disertai dengan nama pembimbing, tujuan penelitian, metode penelitian yang digunakan dan hasil penelitian. Abstraksi tidak diberi nomor halaman, tidak menggunakan kutipan, diketik satu spasi (maksimal 200 kata), diakhiri dengan kata kunci (contoh terlampir).
6. Daftar Isi
Merupakan gambaran atau petunjuk tentang garis besar isi keseluruhan skripsi, daftar isi ini juga merupakan gambaran tentang urutan cara berpikir penulis dalam memecahkan masalah. Daftar isi disusun secara teratur mulai dari halaman judul sampai dengan lampiran (contoh terlampir).
7. Daftar Tabel
Apabila dalam skripsi banyak mencantumkan tabel, maka tabel-tabel tersebut perlu disusun dalam suatu daftar berurutan nomor table yang ada dalam skripsi. Daftar inilah yang kemudian dimuat di halaman daftar tabel (contoh terlampir).
8. Daftar Gambar
Bila skripsi banyak memuat gambar (grafik,diagram,peta,bagan dan lain-lain), sama halnya dengan daftar table perlu disusun dengan teratur berdasarkan nomor urut gambar yang ada dalam skripsi dimuat dalam halaman daftar gambar (contoh terlampir).

2.2.2 Bagian Inti/Tubuh Skripsi
Pada dasarnya bagian inti/tubuh skripsi dapat dibagi atas enam bab yaitu bab pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, deskripsi atau gambaran umum obyek penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, dan penutup. Bagian inti proposal merupaka bagian inti skripsi ditambah dengan bab berikut :
1. Deskripsi/gambaran Umum Obyek Penelitian (bila perlu)
Pada bab ini akan diuraikan tentang gambaran umum obyek atau tempat penelitian. Bila obyek atau tempat penelitian dilakukan di perusahaan, maka gambaran umumnya adalah gambaran umum perusahaan misalnya; sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi perusahaan, keadaan-keadaan lain perusahaan yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti. Sedangkan bila dilakukan di suatu wilayah atau daerah maka gambaran umumnya adalah keadaan umum daerah/wilayah tersebut misalnya; keadaan monografi, demografi, topografi, keadaan daerah yang berkaitan dengan masalah penelitian. Selain kedua obyek di atas, tidak perlu ada gambaran umum obyek penelitian.
2. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bab ini terdiri atas dua bagian : pertama, hasil penelitian yang berisi deskriptif hasil penelitian dan hasil pengolahan data. Kedua, pembahasan yang berisi analisis dan interpretasi hasil penelitian.
3. Penutup
Bab ini berisi simpulan yang ditarik berdasarkan hasil analisis penelitian dan saran-saran yang ditarik dari simpulan.
2.2.3 Bagian Akhir Skripsi
1. Daftar pustaka
Yaitu daftar yang secara lengkap memuat bahan-bahan literatur yang digunakan dalam penulisan skripsi, baik secara langsung (langsung dikutip dalam skripsi) maupun tidak langsung (tidak langsung dikutip tapi dibaca sebagai bahan pertimbangan).
2. Lampiran-lampiran
Lampiran diperlukan apabila ada bahan-bahan bersifat suplementer (melengkapi) yang tidak perlu dimasukkan dalam teks (misalnya formulir surat keterangan, daftar pertanyaan, daftar angket, peraturan-peraturan, akte perusahaan, dan sebagainya). Lampiran ditandai dengan angka romawi besar (seperti lampiran I, lampiran II, dan seterusnya)
3. Daftar Indeks (Bila Perlu))
Jika ada beberapa kata atau istilah asing yang kurang jelas dalam skripsi, hal tersebut perlu dijelaskan secara tersendiri. Penjelasan kata atau istilah tersebut dapat dimuat dalam daftar indeks.
4. Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae Sheet)
Memuat nama lengkap. tempat tanggal lahir, agama, alamat, riwayat pendidikan dan riwayat pekerjaan bagi yang sudah bekerja, serta nama, alamat, dan pekerjaan orang tua (contoh terlampir).

BAB 3
TATA CARA PENULISAN SKRIPSI
3.1 Gaya Penulisan
Sebagai suatu karya tulis ilmiah, skripsi harus disajikan dalam bentuk yang jelas dengan tetap menjaga tingkat akurasinya. Gaya penulisan dengan menggunakan bahasa yang benar dan baik akan memberikan nilai tambah sehingga pembaca dapat lebih mudah memahami dan mengerti maksud dan makna tulisan tersebut.
Untuk itu, dalam penulisan skripsi perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Gunakan bahasa yang baik dan benar dalam arti menurut tata bahasa dan ejaan Indonesia yang disempurnakan
2. Gunakan kalimat yang sederhana tapi jelas, dan hindari kalimat-kalimat yang panjang.
3. Kalimat-kalimat yang terjalin dalam satu alinea, harus merupakan satu kesatuan dan mempunyai satu pengertian yang jelas
4. Setiap alinea dalam pokok bahasan tertentu, harus mempunyai kaitan antara satu dengan yang lainnya dan harus mengarah kepada penjelasan pokok bahasan.
5. Satu baris dalam kalimat satu alinea tidak boleh diketik pada halaman berikutnya atau ditinggalkan pada dasar halaman, kecuali mencukupi untuk sedikitnya dua baris.
6. Sebaiknya tidak menggunakan istilah asing, kecuali sudah umum digunakan,tetapi belum ada terjemahannya. Istilah asing yang digunakan dicetak miring.
7. Pemisahan kata harus berdasarkan ketentuan atau kaindah bahasa Indonesia dan asing bila menggunakan istilah asing.
8. Hindari penggunaan singkatan-singkatan seperti : tsb (tersebut), yg (yang) dsb (dan sebagainya). Sedangkan singkatan organisasi/perkumpulan, departemen, undang-undang dan sebagainya, seperti United Nation Development Program (UNDP), Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) hanya dapat digunakan bila kepanjangan singkatan tersebut sudah ditulis sebelumnya.
9. Pemakaian lambang/simbol dalam tabel dan gambar, ukuran satuan hitung, harus konsisten dan diberi keterangan yang jelas.
10. Hendaknya ada variasi penggunaan kata-kata dan bentuk kalimat (aktif dan pasif)
11. Kalimat tidak boleh menampilkan bentuk orang pertama dan orang kedua (saya, aku, kami, kita, engkau, dan lain-lain), tetapi dibuat berbentuk pasif. Pada kata pengantar, sebaiknya tidak menggunakan kata saya, tapi diganti dengan kata peneliti.
12. Kata penghubung, seperti ; yang, dengan, tetapi, sehingga dan sedangkan, tidak boleh dipakai memulai suatu paragraph.
13. Awalan ke dan di harus dibedakan dengan kata depan ke dan di.
14. Bilangan, lambang, atau rumus yang memulai suatu kalimat harus dieja, misalnya sepuluh orang.
15. Tidak terdapat jarak/spasi pada penulisan Rp kecuali dirinci ke bawah, misalnya : Rp1.000.000,-
16. Tanda baca, huruf besar dan huruf kecil harus dipergunakan dengan tepat.

3.2.Ukuran Kertas dan Mesin
1. Kertas yang digunakan dalam penulisan skripsi adalah kertas A4 ukuran kuarto yaitu 21 x 29.7 cm dengan berat 80 gram. Pemakaian kertas diluar standar ini diperlukan dalam hal-hal tertentu, seperti: penyisipan kertas grafik, kertas gambar, lampiran Surat Keterangan asli, dan semacamnya.
2. Jenis huruf komputer yang digunakan dalam pengetikan skripsi yaitu: “tipe Times New Roman 12″.

3.3.Batas dan Cara Pengetikan
3.3.1. Pengaturan Kertas
Batas pengetikan 4 cm dari tepi kiri dan tepi atas kertas, dan 3 cm dari tepi kanan dan tepi bawah kertas.

4 cm

4 cm 3 cm

3 cm

3.3.2. Penggunaan Jarak (Spasi)
a. Isi secara keseluruhan (kecuali hal-hal tertentu dari skripsi harus diketik dengan jarak dua spasi
b. Hal-hal tertentu seperti kutipan-kutipan (lima baris keatas), diketik dengan jarak satu spasi (single space typing)
c. Pengetikan antara bab dengan sub-babnya tiga spasi (triple space typing).
d. Pengetikan antara bab/sub-bab dengan baris pertama dua spasi (double space typing).
e. Pengetikan antara judul sub-bab dengan baris di atasnya dan di bawahnya diketik tiga spasi.

3.4. Indensi (Sela Ketukan)
Nomor bab dan judul bab diketik di tengah-tengah secara simetris dengan menggunakan huruf besar tanpa garis bawah dan tanda baca. Nomor sub bab, anak sub bab, dan bagian-bagian bab yang lebih kecil diketik mulai dari batas tepi kiri dengan huruf besar setiap awal kata tanpa garis bawah.

Contoh :
BAB 3
JUDUL BAB

3.1 Judul Sub Bab
3.1.1 Judul Anak Sub Bab (Seksi)
3.1.1.1 Judul Anak Seksi

Awal kalimat dari setiap alinea (paragraph) diketik menjolok ke dalam (indensi) 7 ketukan yang dimulai dari batas tepi kiri judul sub bab, tidak boleh menggunakan kata sambung di awal paragraph.

Contoh :

3.5. Judul Sub Bab
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

3.5. Penomoran Halaman

Setiap halaman skripsi perlu diberi nomor halamannya. Tentang jenis angka dan peletakannya adalah sebagai berikut :
1. Untuk bagian awal skripsi nomor halamannya menggunakan angka romawi (i,ii,iii,iv,…dst) dan ditempatkan di tengah bagian bawah.
2. Untuk bagian inti/tubuh skripsi dan bagian akhir skripsi nomor halamannya menggunakan angka (1,2,3,4,…dst) dan ditempatkan pada bagian kanan atas dengan jarak 2 cm dari tepi atas dan 3 cm dari tepi kanan kertas
3. Halaman judul dan halaman pertama dari tiap-tiap bab (halaman yang memakai judul bab) nomor halamannya tidak dicantumkan tetapi tetap diperhitungkan.

3.6. Penulisan Angka Bilangan
a. Hindari penulisan angka bilangan pada awal kalimat, kecuali bila kalimat itu merupakan kalimat-kalimat penjelas lebih dari satu seperti ; bermacam-macam, berbagai jenis…dan seterusnya.
b. Pakailah angka untuk penulisan waktu (seperti : tanggal, tahun, jam), persentase misalnya : 17 Agustus 2007, jam 10.00 Wita, 25 %, dan lain-lain.
c. Untuk penulisan angka bilangan pecahan, sebaiknya ditulis dalam bilangan decimal (seperti ; 2.5 untuk dua setengah, 0.05 untuk lima per seratus)
d. Angka yang menunjukkan bilangan bulat dan besar, dapat di eja supaya lebih mudah (misalnya ; 5 juta, 20 milyar, dan sebagainya).

3.7. Penulisan dan Penyusunan Daftar Isi, Tabel, Gambar

a. Judul daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran diketik dengan huruf besar tanpa titik dan ditempatkan di tengah-tengah kertas (contoh terlampir).
b. Materi-materi daftar isi, tabel, dan gambar diketik 3 spasi di bawah judul secara berturut-turut berdasarkan nomor urut bab, tabel, dan gambar skripsi (contoh terlampir).
c. Pada akhir penulisan judul bab, tabel, dan gambar selalu diberi nomor halaman sesuai dengan nomor halaman skripsi dimana judul bab, tabel, dan gambar tertera (contoh terlampir).
d. Setiap kata dalam judul sub bab, tabel, dan gambar diawali dengan huruf besar.

BAB 4
PENGUTIPAN
4.1. Kutipan Dalam Skripsi
Dalam penulisan skripsi, mengutip tulisan dari penulis atau dari pengarang lain tidak dilarang dan dapat dibenarkan sepanjang tidak menyalahi ketentuan ilmiah. Kutipan pada umumnya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1. Kutipan Langsung yaitu mengutip tulisan dari pengarang lain, dimana kutipan tersebut persis sama dengan sumber aslinya.
2. Kutipan Tidak Langsung yaitu kutipan yang tidak persis sama dengan sumber aslinya, kutipan tersebut merupakan ketikan pokok-pokok pikiran yang disusun menurut jalan pikiran dan dinyatakan dalam bahasa penulis sendiri (tanpa merubah ide dasar bahan yang dikutip).
4.2. Cara Pengutipan
4.2.1. Kutipan Langsung
Kutipan yang kurang dari lima baris disebut kutipan langsung pendek, diketik dalam teks dengan jarak dua spasi.
Sedangkan kutipan langsung yang lebih dari empat baris atau lima baris ke atas disebut kutipan langsung panjang, diketik menjorok ke dalam indensi tujuh ketukan dari batas tepi kiri kalimat di atasnya dengan jarak satu spasi, tanpa menggunakan tanda petik (“).
Sumber kutipan langsung pendek maupun panjang selalu dapat ditulis sebelum dan setelah kutipan.
Contoh :
Bila 4 baris atau kurang
Menurut Manullang (2002:179), produksi adalah proses koordinasi berbagai factor produksi atau sumber daya untuk mentransformasi bahan menjadi produk (barang) atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Bila lebih dari 4 baris
Hubungan erat antara pemasaran dan perencanaan strategis ini dikemukakan oleh Powers (1991:05) sebagai berikut:
Marketing plays a very key and instrumental role in the strategic planning process. Marketing is the driving force behind evaluation market conditions, developing new product ideas, and assessing threats in environment, marketing must interact with other functional units in this process, and its role vital.

4.2.2. Kutipan Tidak Langsung
Sebagaimana kutipan langsung, kutipan tidak langsung dibedakan pula menjadi dua yaitu kutipan tidak langsung pendek dan kutipan tidak langsung panjang. Kalau kutipan langsung dibedakan berdasarkan jumlah baris kutipan, maka kutipan tidak langsung diklasifikasikan berdasarkan alinea.
Kutipan yang tidak lebih dari satu alinea atau kurang dari satu alinea, dikategorikan sebagai kutipan tidak langsung pendek. Sedangkan kutipan yang lebih dari satu alinea termasuk dalam kategori kutipan tidak langsung panjang.
Penulisan kutipan tidak langsung pendek maupun tidak langsung panjang, diketik sama seperti teks biasa dengan dua spasi tanpa diberi tanda petik dan diikuti sumbernya.

Contoh :
Sistem kompensasi dalam perusahaan harus dihubungkan dengan tujuan dan strategi perusahaan. Pemberian kompensasi harus dirancang sedemikian rupa, harus mempertimbangkan keadilan secara internal dan eksternal, sehingga SDM puas menerimanya dan kinerjanya meningkat. Pembayaran kompensasi yang tidak memuaskan pada pegawai akan menyebabkan kinerja SDM menjadi rendah (Werther & Davis, 1996:379). Selanjutnya dinyatakan bahwa kompensasi secara signifikan berpengaruh terhadap turnover pegawa (Koh & Goh, 1995:225). Selain itu, penerapan system insentif yang efektif dapat digunakan untuk mempertahankan pegawai yang berkualitas dan mempunyai dampak pada kinerja keuangan (Schuller & Jackson, 1997:11).
4.3. Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pengutipan
Bila mengutip dari sumber lain perlu diperhatikan beberapa hal berikut:
a. Hindari membuat kutipan langsung terlalu banyak karena mengganggu tulisan atau teks.
b. Kutipan langsung tidak diperkenankan menggunakan kata-kata peneliti sendiri, dikhawatirkan akan merubah arti/makna dari bahan yang dikutip.
c. Kutipan tidak langsung dapat diubah, tetapi tidak merubah ide dasar atau makna kutipan dan peneliti bertanggungjawab penuh terhadap kebenaran dan ketelitian bahan yang dikutipnya.
d. Apabila bahan yang dikutip lebih dari satu yang menjelaskan makna yang sama, maka sebaiknya peneliti menarik kesimpulan dari penjelasan tersebut.

4.4. Pengutipan dari Beberapa Sumber
a. Kutipan dari sumber asing yang belum ada terjemahannya, maka diketik berdasarkan sumber aslinya dan dicetak miring.
b. Kutipan yang berasal dari sumber asing yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, sumber kutipannya cukup ditulis nama penerjemah, tahun penerbitan, dan halaman.

Contoh a:

Dalam pemasaran bisnis, Kotler (2000:192) mengemukakan bahwa: Bussiness market consists off all the organization that acquire goods and services used in the production of other products or services that are sold, rented, or supplied to others.

Contoh b:
Soewarsono (1985:19) mengemukakan bahwa manajemen sebagai suatu proses yang berhubungan dengan bimbingan kegiatan kelompok dan berdasarkan atas tujuan yang jelas yang harus dicapai dengan menggunakan sumber-sumber tenaga manusia dan bukan tenaga manusia.

c. Kutipan yang merupakan hasil kutipan (sumber kedua), penulisannya dapat dilakukan sebagai berikut :

Contoh:

Sementara itu Feigenbaum dalam Mizuno (1994:21) mengemukakan bahwa: Pengendalian Mutu Terpadu adalah sistem yang efektif untuk memadukan pengembangan mutu dari berbagai kelompok di sebuah perusahaan sehingga memungkinkan produksi dan jasa mencapai tingkat yang paling ekonomis yang memungkinkan tercapainya kepuasan pelanggan sepenuhnya.

d. Apabila sumber kutipan tersebut ditulis oleh dua orang, maka kedua nama penulis tersebut ditulis dengan mengambil nama keluarganya saja atau dengan memperhatikan kelaziman dalam pemanggilannya (khusus bagi penulis Indonesia).

Contoh :
Sumarni dan Soeprihanto (1998:5) mengemukakan bahwa perusahaan adalah suatu unit kegiatan produksi yang mengolah sumber-sumber ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan untuk memperoleh keuntugan dan agar dapat memuaskan kebutuhan masyarakat.

Apabila sumber acuan tersebut ditulis oleh tiga orang atau lebih, maka yang ditulis adalah nama pengarang pertama kemudian diikuti oleh dengan kata lain et al (untuk penulis asing) dan dkk (untuk penulis Indonesia).

Contoh :

Henema, et al, (1996:73) mengemukakan : A job is collection of tasks can be contribute the production of some products and services provided by the organization each job has artial ability requirements ( as well as certain reward associated with it).

e. Sumber kutipan dari jurnal ilmiah dalam dan luar negeri, perlu dikutip nama penulis (tahun penerbitan:halaman).

Contoh :

Menurut Kertzman et al (2003:2), e-business is the exchange of goods, service and information and/or ideas using an electronic medium.

f. Sumber kutipan dari buku suntingan (kumpulan karangan), majalah, bulletin, surat kabar, dan sejenisnya perlu mencantumkan nama pengarang, nama majalah/bulletin/surat kabar, waktu penerbitan (tahun:halaman).

Contoh :

Evans, Media Informasi Perdagangan, (1984: 8) Peluang dan potensi Negara-negara APEC cukup besar sementara GDP (Gross Domestik Product)-nya tahun 1991 mencapai 52 persen dari GDP dunia yang jumlah penduduknya sekitar 2 milyar jiwa.

g. Sumber kutipan yang berasal dari dokumen, seperti perundang-undangan, ketetapan-ketetapan, keputusan-keputusan pemerintah dan sejenisnya, sedapat mungkin disingkat tanpa menyebutkan perihalnya. Sedangkan tahun dan halamannya tetap dicantumkan atau dengan menyebutkan pasal dan ayatnya saja.

Contoh :

UUD 1945,ps.23,ay.1
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ditetapkan tiap-tiap tahun dengan Undang-Undang. Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui anggaran yang diusulkan pemerintah, maka pemerintah menjalankan anggaran tahun lalu.

h. Sumber kutipan melalui internet, jika ada pengarangnya, dicantumkan nama pengarang, (tahun:halaman). Sedangkan bila tidak terdapat pengarangnya, maka cukup menyebutkan media, (tahun:halaman).

Contoh:

i. Bila sumber kutipan itu berupa wawancara, maka perlu mencantumkan siapa yang diwawancarai dan kapan dilakukan (dilengkapi dengan jam, hari/tanggal, bulan, dan tahun) serta diawali kata wawancara.

Contoh :

Hasil wawancara dengan Haryanto pada jam 10:00 Wita, Senin, 20 Agustus 2007 mengemukakan bahwa aspek dominan dalam pengukuran efisiensi kerja para staf adalah sejauhmana mereka dapat merampungkan seluruh laporan tepat waktu, sehingga keputusan yang diambil dengan laporan tersebut tetap aktual.

BAB 5
TABEL DAN GAMBAR

5.1. Penyajian Tabel

Penyajian tabel merupakan metode yang sistematis untuk menyajikan data kuantitatif dalam bentuk kolom-kolom dan baris-baris yang berhubungan dengan masalah penelitian. Penyajian data penelitian dalam bentuk tabel dimaksudkan agar pembaca dengan mudah dan tepat memahami dan menelaah apa yang disajikan. Tabel yang baik yaitu apabila disusun relative sederhana dan memuat sejumlah variabel penelitian.

5.2. Format Tabel

Komponen utama dari tabel terdiri dari ; nomor tabel, judul tabel, judul kolom-kolom dari pada tabel atau sel-sel yang ada dalam tabel, badan sumber data dalam tabel.

5.3. Pemberian Nomor dan Judul Tabel

Tabel harus diberi nomor dan judul. Nomor tabel disesuaikan dengan bab dimana tabel tersebut dicantumkan. Judul tabel harus ditulis setelah nomor tabel dan seterusnya sejajar huruf pertama judul (contoh terlampir).

5.4. Penyajian Gambar

Gambar dalam skripsi adalah grafik, diagram, bagan, peta, photo, dan lain-lain. Penyajian gambar bertujuan untuk mempermudah dan memperjelas pemahaman data penelitian.
Dalam penyajian gambar dalam skripsi dapat diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Bahan gambar harus diberi nomor (misalnya Gambar 1, Gambar 2, dan seterusnya)
2. Nomor dan judul gambar ditempatkan di atas gambar, diketik dengan huruf besar tanpa tanda baca serta dilampirkan sumbernya di bawah gambar.
3. Gambar yang kurang dari setengah halaman ditempatkan secara serasi sesudah teks (sedapat mungkin pada halaman yang sama). Untuk gambar yang melebihi setengah halaman sebaiknya ditempatkan pada halaman yang tersendiri).

BAB 6
PENYAJIAN DAFTAR PUSTAKA

6.1 Ketentuan Penyusunan Daftar Pustaka
1. Daftar pustaka disusun secara alfabetif menurut nama belakang pengarang/penulisnya.
2. Tiap-tiap pustaka diketik satu spasi, dan jarak antara masing-masing pustaka adalah dua spasi.
3. Huruf pertama dari baris pertama masing-masing pustaka diketik pada batas margin kiri tanpa nomor. Sedangkan bars kedua dan seterusnya diketik menjorok ke dalam dengan indensi tujuh.
4. Cara penulisan nama pengarang asing dalam daftar pustaka dahulukan nama keluarga (dibalik). Untuk dua pengarang, nama pengarang kedua tidak perlu dibalik. Tapi bila nama pengarang lebih dari dua, nama pengarang pertama saja yang ditulis dan kemudian diikuti dengan kata et al.
5. Apabila sumber pustaka diperoleh dari dua lebih karangan dalam tahun penerbitan yang berbeda dan ditulis oleh seorang pengarang (seperti buku saduran), maka daftar pustaka disusun menurut waktu (tahun).
6. Dalam daftar pustaka sama sekali tidak boleh dicantumkan sumber referensi yang tidak pernah dibaca oleh penulis. Bila mengutip dari suatu buku, dan buku tersebut mengutip dari buku lain, maka yang dicantumkan dalam daftar pustaka adalah buku yang dibaca sendiri.
7. Bahan-bahan yang tidak diterbitkan dan tidak dapat diperoleh dari kepustakaan (misalnya pernyataan lisan seperti keterangan pribadi, hasil wawancara dan sebagainya) tidak perlu ditulis dalam daftar pustaka.
8. Apabila jumlah referensi banyak, daftar pustaka dibagi ke dalam kelompok yaitu : kelompok buku-buku, kelompok penerbitan berkala, dan kelompok dokumen-dokumen.

6.2 Cara Penerbitan Daftar Pustaka

6.2.1 Golongan Dokumen
Penulisan daftar pustaka untuk golongan dokumen, hendaknya disusun menurut tingkatan dokumen tersebut, seperti :
- Undang-Undang
- Peraturan Pemerintah
- Keputusan Presiden
- Keputusan Menteri
- Keputusan Direktur Jenderal
- Keputusan Gubernur dan seterusya.
Contoh :
Undang-Undang Republik Indonesia No. 5 tahun 1984, Tentang Perindustrian, Departemen Perindustrian, Jakarta.

6.2.2 Golongan Buku
Unsur-unsur yang perlu dimasukkan dalam penulisan daftar pustaka golongan buku ini adalah nama pengarang/penulis, judul karangan, data tentang cara penulisannya adalah sebagai berikut :

Satu Pengarang
Bila buku yang dijadikan sumber pustaka ditulis oleh satu orang pengarang, nama pengarangnya terdiri dari nama keluarga (marga), maka nama keluarga ditulis terlebih dahulu diikuti tanda koma kemudian nama asli pengarangnya titik dan koma, tahun penerbitan titik, judul buku koma, nama penerbit koma, dan tempat penerbitan titik.
Contoh :

Umar, Husein, 2000. Bussines an Introduction, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Dua Pengarang
Apabila suatu buku ditulis oleh dua orang, maka penulisan daftar pustaka dimulai pada pengarang pertama.

Contoh :

Mubyarto dan Suratno, 1991. Metode Penelitian Ekonomi, Yayasan Agro Ekonomika, Yogyakarta.

Tiga pengarang
Jika buku ditulis tiga pengarang atau lebih, maka hanya nama belakangnya saja yang ditulis.

Contoh :

Bowersox, Closs, and Cooper, 2002. Supply chain logistics management. New York. McGraw-Hill/Irwin.

Buku Terjemahan / Suntingan / Saduran

Buku-buku semacam ini bila dijadikan sumber pustaka, di belakang nama pengarang harus dicantumkan kata terjemahan / saduran / suntingan yang ditempatkan dalam kurung.

Contoh :

Boot, Anne dan Peter Mc. Cawley (Penyuntingan), 1982, Ekonomi Orde Baru, LP3ES, Jakarta.

Buku Sumber Kedua

Buku sumber kedua yaitu buku yang ditulis kembali oleh penulis lain, maka cukup mencantumkan sumber kedua.

Contoh :

Krug, Edward A., 1990. Curriculum Planning, Harter and Row, New York.

Buku Berjilid / Berseri dan Dengan Edisi

Bila buku semacam ini digunakan di berbagai referensi dalam penulisan skripsi, maka cara penulisan daftar pustakanya dapat ditulis seperti contoh berikut :

Contoh:

Suhardi, Sigit., 1996, Asas-Asas Accounting, Bagian Pertama, BPFE, Yogyakarta.

Skripsi/Thesis/Disertasi

Contoh :

Budiarto., 2000. Sebab-Sebab dan cara pencegahan Labor Turn Over Di Pabrik Rokok Menara Sala, Skripsi Sarjana Tak Diterbitkan, Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

6.2.3 Golongan Penerbitan Berkala
Harus mencantumkan ; nama pengarang, judul artikel, nama majalah/surat kabar/bulletin yang termuat artikel, volume atau nomor, tanggal, tahun penerbitan, halaman dan kolom.

Surat Kabar
Contoh :
Jakarta Times, Februari 6, 1995
Kompas (Jakarta), 10 Mei 1995, Halaman 11 Kolom 2

Jurnal/Majalah/Buletin

Contoh :

Frohlich and Westbrook, 2001. Arcs of integration: An international study of supply chain strategies. Journal of Operation Management, 19 (2), 185-200.

Lembaga Sebagai Penyusun Buku

Bila buku yang dijadikan referensi adalah buku yang diterbitkan oleh lembaga penerbitan buku, maka penulisannya seperti contoh berikut ini :

Departemen Pendidikan Nasional, Pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa, 1990. Pedoman Umum Ejaan bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. PN Balai Pustaka, Jakarta.

Hasil Penelitian

Contoh :

Kasrino dan Faisal 1981., Perkembangan Institut dan Pengaruhnya Terhadap Distribusi pendapatan dan Penyerapan Tenaga Kerja : Kasus Di Empat Desa Di jawa Barat, Studi Dinamika Pedesaan, Bogor.

Paper dalam Seminar/Lokakarya

Contoh :

Mengundikiro,Apendi., 1983, Konservasi Tanah dalam Rangka Rehabilitas Lahan Di Wilayah Daerah Aliran Sungai, Kertas Kerja pada Lokakarya Pola Tanaman dan Usaha Tani ke VI, Bogor, 20-21 Juni 1983.
BAB 7
PENUTUP

7.1. Persiapan Ujian Skripsi

Penggandaan skripsi untuk persiapan ujian skripsi, baru dapat dilakukan bilamana skripsi telah dinyatakan diterima atau disetujui oleh dosen pembimbing I dan II dan digandakan sesuai jumlah dosen penguji. Sekiranya dalam penyelenggaraan ujian tersebut terdapat koreksi, maka perlu diadakan perbaikan sebagaimana mestinya sesuai dengan saran yang diberikan oleh dosen penguji. Waktu perbaikan maksimum 1 (satu) bulan setelah tanggal ujian yang dikuatkan dengan Surat Pernyataan yang ditanda tangani di depan dosen penguji.

7.2. Penyerahan Hasil Akhir

Skripsi dapat dijilid setelah ditandatangani oleh semua penguji yang hadir pada saat ujian. Skripsi yang telah dijilid diserahkan sebanyak 5 (lima) eksemplar ke fakultas dan 1 (satu) eksemplar untuk masing-masing dosen pembimbing.agar tidak mudah rusak. Terutama untuk perpustakaan dan arsip jurusan.

SOAL DAN JAWABAN

03.04 Edit This 0 Comments »
1. Pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) memperkirakan sebanyak 400 ribu pengunjung hadir
menjelang Tahun Baru 2009. Perkiraan ini dirasa tidak berlebihan mengingat membludaknya
pengunjung pada tahun lalu. Sebagai daya tarik pengunjung, pengelola menyiapkan berbagai acara
hiburan dengan tema "Pesta Rakyat", di antaranya pesta kembang api.

Gagasan utama paragraf tersebut adalah ...

A. pesta kembang api di TMII

B. membludaknya pengunjung TMII

C. perkiraan jumlah pengunjung TMII

D. daya tarik pengelola TMII

KUNCI JAWABAN: C


2. (1) Perayaan Tahun Baru yang berlangsung meriah di Jakarta meninggalkan sejumlah persoalan. (2)
Satu di antara persoalan tersebut adalah rusaknya sejumlah taman kota di Jakarta. (3) Kerusakan
taman ini seperti terlihat di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta. (4) Hampir semua
tanaman hias yang berada di area tersebut rusak akibat terinjak-injak ribuan pengunjung.

Kalimat utama paragraf tersebut ditandai dengan nomor ...

A. (1)

C. (3)

B. (2)

D. (4)

KUNCI JAWABAN : A


3. Pemerintah ingin tetap konsekuen menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Bila harga
BBM di tingkat internasional menurun, pemerintah baru akan mengambil kebijakan menurunkan
harga BBM bersubsidi di dalam negeri sesuai tingkat yang wajar. Langkah ini ditempuh untuk
meringankan beban masyarakat.

Kritik terhadap isi paragraf tersebut adalah ...

A.
Sudah kewajiban pemerintah untuk menurunkan harga.

B.
Pemerintah harus konsekuen menurunkan harga.

C.
Pemerintah tak perlu menunggu untuk menurunkan harga.

D.
Sudah sewajarnya pemerintah menurunkan harga.

KUNCI JAWABAN
: C


4. Cermati kutipan teks berita berikut!

Teks Berita 1
Menjelang akhir tahun dan menyambut Kapolres Bogor meminta pengguna
tahun baru, Kapolres Bogor meminta kendaraan dari wilayah Jabodetabek yang
pengguna kendaraan untuk tidak melalui menuju kota Bandung dan sekitarnya tidak
jalur Puncak.
Teks Berita 2

Pengguna kendaraan diminta melalui jalur Puncak. Para pengguna
mencari jalan alternatif. Hal itu untuk kendaraan diminta melalui tol Cipularang
menghindari kemacetan di jalur Puncak. atau lewat jalur Sukabumi.

Kesamaan informasi kedua teks tersebut adalah ...

A. Pengguna kendaraan diminta tidak melewati jalur Puncak.

B. Rencana pemberlakuan satu jalur di Puncak menjelang tahun baru.

C. Pengalihan tujuan pengguna kendaraan yang menuju Bandung.

D. Padatnya pengguna kendaraan dan rencana pengalihan pada akhir tahun

KUNCI JAWABAN
: A


5. Usaha manajemen Sriwijaya FC (SFC) untuk mendapatkan striker Budi Sudarsono tinggal
selangkah lagi. Kesepakatan harga sudah dicapai, tinggal menunggu tanda tangan kontrak. Budi
akan dikontrak selama setengah musim atau hingga putaran kedua Liga Super berakhir. Meskipun
demikian, manajemen SFC tidak akan melakukan pencoretan pemain lama.

Informasi yang merupakan isi teks berita tersebut adalah ...

A.
Manajemen SFC mendapatkan Budi Sudarsono.

B.
Harga kontrak tidak disepakati SFC dan Budi Sudarsono.

C.
Budi Sudarsono akan dikontrak SFC setengah musim.

D.
Budi Sudarsono telah menandatangani kontrak dengan SFC.

KUNCI JAWABAN
:C


6. (1) Udara di Bogor terasa dingin. (2) Kali ini dinginnya melebihi hari-hari sebelumnya. (3)
Dinginnya suhu udara di Bogor mencapai 24oC. (4) Data tingkat suhu udara ini, terdapat di papan
informasi pengukur suhu di jalan-jalan besar di kota Bogor.

Dua kalimat pendapat pada teks tersebut ditandai dengan nomor ....

A. (1) dan (2)

C. (2) dan (3)

B. (1) dan (3)

D. (2) dan (4)

KUNCI JAWABAN
:A


7. Pada umumnya, sakit tenggorokan disebabkan oleh virus. Biasanya, terkait dengan tanda-tanda
penyakit saluran napas lainnya. Seperti, hidung tersumbat atau batuk. Kebanyakan sakit
tenggorokan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, untuk membantu agar lebih nyaman ketika
sakit, dapat dilakukan dengan minum air hangat yang diberi air perasan jeruk lemon dan madu.

Simpulan paragraf tersebut yang tepat adalah ...

A.
Penyakit tenggorokan disebabkan kebanyakan oleh virus.

B.
Tanda-tanda penyakit tenggorokan adalah hidung tersumbat.

C.
Usaha meringankan rasa sakit ketika menderita sakit tenggorokan.

D.
Sakit tenggorokan dapat dikurangi dengan minum air perasan jeruk lemon.

KUNCI JAWABAN
:D


8. Bacalah kutipan tajuk berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal nomor 8 s.d. 11!

Pemerintah kembali menurunkan bahan bakar minyak (BBM) terutama jenis premium.
Bersamaan dengan penurunan harga premium untuk kedua kalinya, harga bahan bakar jenis solar
pun diturunkan. Harga minyak dunia yang terus merosot mendorong munculnya kebijakan
penurunan BBM.

Kalangan industri mestinya sudah bisa menghitung kembali biaya produksi yang berujung pada
penurunan harga. Apalagi, harga bahan bakar industri pun mengalami hal yang sama.
Dengan turunnya harga premium dan solar, diharapkan harga kebutuhan pokok ikut turun.
Dengan demikian, daya beli publik terangkat, diikuti peningkatan konsumsi yang mendorong
peningkatan produksi. Hal itu mampu memperkecil peluang terjadinya pemutusan hubungan kerja
(PHK).

Gagasan utama tajuk tersebut adalah ...

A. penurunan harga BBM hendaknya diikuti harga kebutuhan pokok

B. penurunan harga premium diikuti solar dan pertamax

C. kebutuhan pokok tergantung jenis BBM yang digunakan

D. turunnya BBM meningkatkan produksi dalam negeri

KUNCI JAWABAN
:A


9. Letak kalimat fakta pada tajuk tersebut adalah ...

A. paragraf I kalimat II

B. paragraf II kalimat I

C. paragraf III kalimat I

D. paragraf III kalimat III

KUNCI JAWABAN
:A


10. Penulis pada kutipan tajuk tersebut kepada ....

A. pemerintah

C. produsen

B. pengusaha

D. pekerja

KUNCI JAWABAN
:D


11. Simpulan isi tajuk tersebut adalah ...

A. Biaya produksi yang menurun tidak diikuti harga solar.

B. Penurunan harga premium diikuti harga kebutuhan.

C. Harga minyak dunia yang turun tidak diikuti pemerintah.

D. Konsekuensi penurunan harga BBM mampu memperkecil PHK.

KUNCI JAWABAN
:D



12. Cermati diagram berikut!


Objek wisata yang menjadi favorit wisatawan

Informasi yang merupakan isi diagram tersebut adalah ...

A.
Jumlah wisatawan yang suka ke kota 15%.

B.
Jumlah wisatawan suka objek pantai 35%.
C.
Jumlah wisatawan suka objek danau 25%.

D.
Jumlah wisatawan suka pegunungan 45%.

KUNCI JAWABAN
:B


13. Bacalah puisi berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal nomor 16 dan 17!

...

Wahai sahabat

Untuk slamanya

Kita percaya

Tebarkan arah jangan pernah lelah

Untukmu sahabat

...

Tema puisi tersebut adalah ...

A. Persahabatan

C. Kelelahan

B. Perdamaian

D. Kepercayaan

KUNCI JAWABAN
:A


14. Suasana yang tergambar pada puisi tersebut adalah ...

A. semangat

C. tegang

B. sunyi

D. gembira

KUNCI JAWABAN
:A


15. Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal nomor 15 s.d. 17!

Dengan memberanikan diri, aku pun bertanya, "Apa Ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric
yang dulu tinggal di sana itu?" Ia menjawab, "Silakan masuk, Nyonya! Kalau Anda ibunya Eric,
sungguh Anda tak punya hati!”. Ia membuka pintu tempat tinggalnya. (1)
"Tolong katakan, di mana ia sekarang? Saya janji menyayanginya dan tidak akan meninggalkannya
lagi!” (2)
Aku berlari memeluk tubuhnya yang bergetar keras. "Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari
sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Jasadnya ditemukan di kolong jembatan,”
jawabnya dengan suara terbata-bata. (3)
”Eric... maafkan Ibu, Nak!” Aku sungguh menyesal, mengapa anakku Eric, dulu kutinggalkan. (4)
Bukti latar tempat pada kutipan cerita tersebut ditandai nomor ...

A. (1)

C. (3)

B. (2)

D. (4)

KUNCI JAWABAN
:A


16. Konflik yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ...

A. Seorang ibu yang berjanji tidak akan meninggalkan anaknya lagi.

B. Penyesalan seorang ibu yang telah meninggalkan anaknya.

C. Seseorang yang tak tega melihat anak terlantar.

D. Gelandangan yang ditemukan tewas di kolong jembatan.

KUNCI JAWABAN
:A


17. Amanat yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ...

A. Kita harus menyesuaikan diri di mana pun berada.

B. Pikir dulu sebelum bertindak, sesal kemudian tidak berguna.

C. Tidak ada kata terlambat untuk memaafkan.

D. Kita harus menghormati ibu yang telah melahirkan.

KUNCI JAWABAN
:B


18. Bacalah kedua kutipan novel berikut dengan saksama!

Kutipan I

Difa pun mengangguk. Di perjalanan pulang, Difa berpikir, Yanto telah salah menilai Abah. Abah
itu ramah. Selain itu lucu, perutnya yang buncit berguncang saat ia tertawa.

Kutipan II

Aku paling sebal kalau adikku bertanya-tanya terus. Padahal aku sedang berkonsentrasi belajar.
“Kevin, jawab dong, kalau adikmu tanya!” seru mamaku. Selalu itu teriakan mama, jika aku tidak
menggubris pertanyaan adikku.

Perbedaan karakteristik kedua kutipan novel tersebut adalah ...

A Tokoh yang terlihat banyak Tokoh yang terlihat dua

B Sudut pandang diaan Sudut pandang akuan

C. Latar tidak jelas Latar jelas

D Amanat jelas Amanat tidak jelas

KUNCI JAWABAN
:B


19. Bacalah kutipan novel berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal nomor 19 dan 20!

(1) Layang-layang Adi tiba-tiba menukik dari atas menyambar layang-layang Badu. (2) Akibatnya,
ada bagian kertas layang-layang Badu yang robek. (3) Dan... ketika diadu kembali, layangan Badu
pun putus. (4) Badu memandang layang-layangnya seolah-olah tidak percaya. (5) Perasaan sedih
dan malu menjadi satu. (6) Akhirnya Badu mengakui kekalahannya.

Bukti nilai moral terdapat pada kalimat bernomor ...

A. (3)

C. (5)

B. (4)

D. (6)

KUNCI JAWABAN
:D


20. Watak tokoh Badu pada kutipan novel tersebut adalah ...

A. pemalu

C. berjiwa besar

B. sombong

D. angkuh

KUNCI JAWABAN
:C


21. Bacalah kutipan drama berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal nomor 24 dan 25!

Masut : Guru, terima kasih atas ilmu yang guru berikan kepadaku. Apalah artinya diriku
andai tidak ada guru.

Guru : Masut, Masut! Kamu harus tahu, meskipun kita mempunyai ilmu hanya sedikit,
namun tetap harus diberikan kepada orang lain.

(Istri Masut masuk ke ruangan membawa teh hangat).

Istri Masut
: Lebih baik kalau ngobrolnya, sambil minum teh hangat (menyodorkan cangkir)

Guru
: Bisa saja istri kamu, Ut.

Suasana yang tergambar pada drama tersebut adalah ...

A. santai

C. tegang

B. haru

D. seram

KUNCI JAWABAN
:A



22. Latar tempat kutipan drama tersebut adalah ....

A. rumah guru

C. ruang kerja

B. rumah Masut

D. ruang kelas

KUNCI JAWABAN
:B


23. Setelah satu semester menunggu, Sabtu, 20 Desember 2008 tepatnya pukul 08.30, rapor dibagikan

oleh wali kelas. Andi Gunawan, peringkat pertama di kelas IX-9. Pengumuman itu mewujudkan

impian Andi selama ini. Andi bersyukur kepada Tuhan.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, kalimat yang tepat untuk ditulis dalam buku harian adalah ...

A. Sabtu, 20 Desember 2008. Andi diumumkan sebagai peringkat pertama di kelas. Akhirnya,

impian Andi terwujud. Terima kasih Tuhan, Engkau telah mengabulkan doanya.

B. Sabtu, 20 Desember 2008, tepatnya pukul 08.30. Wali kelas mengumumkan bahwa Andi

mendapat prestasi yang membanggakan di kelas IX-9. Andi peringkat pertama di kelas.

C. Sabtu, 20 Desember 2008. Saat pembagian rapor di kelas IX-9. Saya bangga karena Andi

mendapat peringkat pertama. Hal itu, sangat membanggakan bagi Andi.

D. Sabtu, 20 Desember 2008, tepatnya pukul 08.30. Namaku diumumkan sebagai peringkat

pertama di kelas. Wow ... akhirnya, impianku terwujud. Terima kasih Tuhan, Engkau telah

mengabulkan doaku.

KUNCI JAWABAN
:D


24. Kepala Sekolah meminta kepala tata usaha membuat undangan rapat pembentukan panitia

penerimaan siswa baru. Undangan itu ditujukan kepada staf dan guru.

Isi pesan yang tepat sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ...

A.
Buat laporan rapat pembentukan panitia penerimaan siswa baru untuk staf dan guru.

B.
Segera buat undangan rapat pembentukan panitia penerimaan siswa baru, untuk staf dan guru.

C.
Buat daftar hadir rapat pembentukan panitia penerimaan siswa baru untuk staf dan guru.

D.
Rapat pembentukan panitia siswa baru untuk staf dan guru segera dilaksanakan.

KUNCI JAWABAN
:B


25. Hasil Lomba Kebersihan Kelas
SMK Harapan Tahun 2009
Juara Kelas Nilai

I VII A 389

II IX C 386

III VIII B 368

Laporan yang tepat berdasarkan data tersebut adalah ...

A. Hasil lomba kebersihan kelas, SMP Harapan tahun 2009 adalah sebagai berikut. Kelas VII A

mendapat juara pertama, kelas IX C juara kedua, dan kelas VIII B juara ketiga. Urutan nilainya

adalah 389, 386, dan 368.

B. Secara berturut-turut hasil kebersihan kelas SMP Harapan tahun 2009 yaitu Kelas VII A

mendapat juara pertama, kelas IX C juara kedua, dan kelas VIII B juara ketiga. Dengan jumlah

perolehan nilai 386, 389, dan 368.

C. Selama lomba kebersihan kelas SMP Harapan tahun 2009 dapat dilaporkan sebagai berikut.

Kelas VII A mendapat juara pertama, kelas IX C juara kedua, dan kelas VIII B juara ketiga.

Urutan nilainya adalah 386, 368, dan 389.

D. Hasil lomba kebersihan kelas SMP Harapan tahun 2009 adalah sebagai berikut. Kelas VIII B

mendapat juara pertama, kelas IX C juara kedua, dan kelas VII A juara ketiga. Perolehan

nilainya adalah 389, 386, dan 368.

KUNCI JAWABAN
:A


26. (1) Ketika kami turun gunung, hujan salju bertambah lebat.

(2) Sungguh, pengalaman yang tak terlupakan.

(3) Kesempatan yang baik itu, kami abadikan.

(4) Pendakian itu kami lakukan, saat liburan kenaikan kelas.

(5) Maklum baru pertama kali, di sana kami melihat hujan salju.

(6) Perjalanan mendaki gunung tertinggi di Irian Jaya sungguh mengesankan.

Urutan kalimat tersebut yang tepat untuk laporan adalah ...

A.
(6), (4), (2), (1), (3), (5)

B.
(4), (3), (2), (5), (2), (1)

C.
(6), (5), (4), (3), (1), (2)

D.
(4), (3), (2), (6), (5), (1)

KUNCI JAWABAN
:C


27. Jakarta, 14 Februari 2009

Untuk sahabatku Anggi,

Jalan Merdeka 12, Tarutung Medan

Salam kangen,

[...]

Semoga kamu sekeluarga sehat-sehat seperti halnya aku dan keluargaku.

Tidak terasa sudah setengah tahun kita berpisah, aku benar-benar kehilangan sahabat baik, sejak

kepindahanmu.

Sahabatmu,

Inaara


Kalimat yang tepat untuk melengkapi surat pribadi tersebut adalah ...

A.
Senang dapat bersilaturahmi denganmu via surat.

B.
Kuharap kamu selalu dalam keadaan bahagia.

C.
Hai, Anggi, bagaimana kabarmu sekarang?

D.
Hai Inaara keluargamu baik-baik saja bukan?

KUNCI JAWABAN
:C


28. Bacalah kutipan surat berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal nomor 28 dan 29!

SMP TUNAS

Jalan Delman Utama Kebayoran Lama Jakarta Selatan

Nomor : 10/S.0300/G/09

Hal

: Undangan

(1) -----------------

Yth. Para Guru dan Karyawan

SMP Tunas

Dengan hormat,

(2) -----------------------------------------------------------------

----------------------------------------------------------------------

----------------------------------------------------------------------

----------------------------------------------------------------------

Atas perhatian Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih.

Tanggal surat yang tepat untuk mengisi bagian rumpang (1) pada surat tersebut adalah....

A. 10 Pebruari 2009

B. Jakarta, 10 Februari 2009

C. 10 Februari 2009

D. Jakarta, 10 Pebruari 2009

KUNCI JAWABAN :C


29. Isi surat yang tepat untuk mengisi nomor (2) pada surat tersebut adalah ...

A. Sehubungan dengan pelaksanaan Sertifikasi Guru Tahun 2009, kami mengharap kehadiran

Bapak /Ibu pada

hari, tanggal : Sabtu, 14 Februari 2009

waktu

: Pukul 08.00

tempat

: Ruang M. Husni Tamrin

acara

: Sosialisasi UN TP 2008/2009

B. Sehubungan dengan pelaksanaan Sertifikasi Guru Tahun 2009, kami mengharap kehadiran

Bapak /Ibu pada

hari,tanggal : Sabtu , 14 Februari 2009

waktu

: Pukul 08.00

tempat

: Ruang M. Husni Tamrin

acara

: Sosialisasi Sertifikasi Guru

C. Sehubungan dengan pelaksanaan Ujian Nasional 2009, kami mengharap kehadiran Bapak /Ibu

pada

hari,tanggal : Sabtu , 10 Februari 2009

waktu

: Pukul 20.00

tempat

: Lapangan SMP Tunas

acara

: Sertifikasi Guru 2009

D. Sehubungan dengan pelaksanaan Sertifikasi Guru Tahun 2009, kami mengharap kehadiran

Bapak /Ibu pada

hari,tanggal : Sabtu, 10 Februari 2009

waktu

: Pukul 08.00

tempat

: Ruang M. Husni Tamrin

acara

: Sosialisasi Guru

KUNCI JAWABAN :B


30. OSIS SMP Sekar akan mengadakan Lomba Kebersihan. Ketua OSIS mengundang pengurus OSIS

untuk rapat pembentukan panitia. Rapat tersebut akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Februari

2009, pukul 14.00 di Ruang OSIS.

Isi surat resmi yang paling sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah...

A. Kami mengharapkan kehadiran para pengurus OSIS SMP Sekar dalam rapat yang akan

dilaksanakan pada

hari, tanggal : Sabtu, Februari 2009

waktu

: Pukul 13.00

tempat

: Ruang OSIS

acara

: Persiapan Lomba

B. Teman-teman pengurus OSIS SMP Sekar harap hadir dalam rapat yang akan dilaksanakan pada

hari, tanggal : Sabtu, 5 April 2008

waktu

: Pukul 14.00

tempat

: Ruang Rapat

acara

: Pembentukan Ketua

C. Kami mengharapkan kehadiran pengurus OSIS SMP Sekar dalam rapat yang akan dilaksanakan

pada

hari, tanggal : Sabtu, 5 Februari 2009

waktu

: Pukul 14.00

tempat

: Ruang OSIS

acara

: Pembentukan Panitia

D. Para pengurus OSIS Sekar harap hadir dalam rapat yang akan dilaksanakan pada

hari, tanggal : Sabtu, 10 Februari 2009

waktu

: Pukul 13.00

tempat

: Ruang Media

acara

: Persiapan Bakti Sosial

KUNCI JAWABAN
:C


31. Untuk meningkatkan disiplin menjaga kebersihan lingkungan, OSIS SMP Idola mengadakan lomba

kebersihan kelas.

Slogan yang tepat untuk kegiatan tersebut adalah...

A. Jika semuanya bersih, hati ini bersih.

B. Lingkungan bersih, nyaman di hati

C. Ikuti lomba kesehatan sekolah kita.

D. Hijau lingkunganku, hijau sekolahku.

KUNCI JAWABAN :B


32. Masker wajah memiliki banyak fungsi sesuai dengan jenisnya. Masker lumpur dapat

mengurangi lemak. Masker coklat dapat melembabkan kulit wajah. Masker bengkuang

menghilangkan noda hitam dan membuat kulit wajah lebih berseri.

Menggunakan masker wajah dapat menghaluskan dan menyehatkan wajah. Gunakan secara

teratur untuk hasil yang maksimal. Pergunakan jenis masker sesuai dengan manfaat yang ingin kita

peroleh.

Rangkuman bacaan tersebut adalah...

A. Masker membuat kulit wajah berseri.

B. Fungsi masker dan penggunaannya.

C. Gunakan masker sesuai dengan kulit.

D. Masker lumpur mengurangi lemak.

KUNCI JAWABAN
:B


33. Petunjuk Mengkritik Suatu Karya

(1) Miliki pengetahuan yang cukup tentang hal yang akan dikritik.

(2) [...]

(3) Buat catatan objektif tentang kelebihan dan kekurangan.

(4) [...]

(5) Sampaikan kritik dengan bahasa yang santun.

Bagian nomor (2) dan (4) pada petunjuk tersebut tepat dilengkapi dengan kalimat ...

A. (2) Mengkritik berarti memberikan penilaian yang objektif.

(4) Bila mendapat kritikan terima dengan hati yang lapang.

B. (2) Pelajari dengan cermat karya yang akan dikritik.

(4) Pikirkan kembali sebelum kritik disampaikan.

C. (2) Berikan bantahan jika kritikan tidak sesuai dengan fakta.

(4) Pikirkan kembali sebelum kritik disampaikan.

D. (2) Mengkritik berarti menilai dengan objektif dan masuk akal.

(4) Kekurangan yang tidak objektif, dapat kita bantah.

KUNCI JAWABAN :B


34. Perhatikan pernyataan berikut!

(1)
Ulangi beberapa kali sehingga mata kelihatan segar dan tidak bengkak.

(2)
Jika kapas itu kering, basahilah kembali.

(3)
Setelah itu basahilah dengan air es.

(4)
Ambil kapas secukupnya kemudian bagilah menjadi dua bagian.

(5)
Lalu diamkanlah beberapa menit.

(6)
Letakkanlah kedua kapas lembap tersebut pada kedua belah mata.

Petunjuk menghilangkan bengkak mata yang tepat adalah ....

A. (4), (6), (2), (3), (5), (1)

B. (4), (6), (1), (3), (2), (5)

C. (4), (3), (5), (6), (1), (2)

D. (4), (3), (6), (5), (2), (1)

KUNCI JAWABAN
:D


35. Dalam acara penglepasan siswa SMP Cempaka, Ahmad memberikan pidato sambutan mewakili

siswa Kelas VII dan VIII.

Bagian isi pidato Ahmad yang tepat adalah ...

A. Pertahankan prestasi kalian, agar orang tua kalian semakin bangga. Harapan saya, kalian lebih

sukses pada masa mendatang.

B. Pada kesempatan yang baik ini, saya ucapkan terima kasih. Semoga segala pengorbanan kalian,

mendapat imbalan dari Tuhan.

C. Berjuanglah terus sampai titik darah penghabisan. Seperti kata bijak, di mana ada kemauan,

pasti ada jalan kesuksesan.

D. Kami mengucapkan selamat dan sukses untuk Kakak. Semoga di jenjang yang lebih tinggi,

Kakak lebih sukses.

KUNCI JAWABAN :D


36. Terus terang, pagi ini kami sangat senang dan bahagia. Berhasil menyelesaikan

pendidikan tepat pada waktunya adalah cita-cita kami.

Dalam kesempatan ini kami secara khusus mengucapkan terima kasih kepada ibu

dan bapak guru yang telah membimbing kami. Semoga Tuhan Yang Mahakuasa

membalas jasa ibu dan bapak guru.

Kami sadar bahwa selama belajar di sekolah ini, kami sering berbuat kesalahan.

Oleh karena itu, kami mohon maaf. Demikian pula untuk adik-adik kelas VII dan

VIII, kami minta maaf atas semua kesalahan kami selama bergaul dan bermain

bersama.

[...]

Bagian penutup untuk teks pidato tersebut adalah...

A. Demikian sambutan singkat ini, mohon maaf jika ada kekurangan. Atas perhatian ibu dan bapak

guru serta adik-adik, kami ucapkan terima kasih.

B. Demikian sambutan singkat ini, mohon maaf jika ada kekurangan. Semoga kalian dapat

melanjutkan ke sekolah pilihanmu. Atas perhatian semuanya, terima kasih.

C. Demikian sambutan singkat ini, mohon maaf jika ada kekurangan. Atas perhatian kalian semua,

bapak guru ucapkan terima kasih.

D. Demikian sambutan singkat ini, mohon maaf jika ada kekurangan. Atas perhatian dan partisipasi

dan sumbangan semuanya, kami ucapkan terima kasih.

KUNCI JAWABAN :A


37. Tema: Meningkatkan prestasi belajar

Rumusan masalah yang tepat sesuai tema tersebut adalah...

A. Siapa sajakah yang prestasi belajarnya meningkat?

B. Kapan kita dapat meningkatkan prestasi belajar?

C. Bagaimana upaya meningkatkan prestasi belajar?*

D. Apakah dengan belajar dapat meningkatkan prestasi?

KUNCI JAWABAN :C


38. Identifikasi masalah:

1. Apakah sampah dapat dimanfaatkan?

2. Bagaimana pengelolaan sampah agar bermanfaat?

Latar belakang karya ilmiah yang sesuai dengan identifikasi masalah tersebut adalah ...

A. Sampah selama ini dianggap sesuatu yang menjijikkan. Jika dikelola dengan baik, sampah akan

bermanfaat bagi manusia. Bagaimana mengelola sampah agar bermanfaat? Hal itu yang akan

diteliti dalam karya ilmiah ini.

B. Sampah yang dikelola dengan baik menjadi salah satu alternatif pengganti minyak bumi yang

kian menipis. Mari kita manfaatkan sampah di sekeliling kita sebaik-baiknya. Karena sampah

jika dikelola dengan baik akan memberi keuntungan.

C. Sampah dibedakan menjadi dua. Sampah basah dan sampah kering. Sampah basah adalah

sampah yang berasal dari limbah rumah tangga. Sedangkan contoh sampah kering adalah

sampah yang berupa plastik, kertas, dan bekas kemasan.

D. Berdasarkan hasil penelitian, sampah yang selama ini dianggap menjijikkan ternyata dapat

dimanfaatkan untuk bahan bakar pengganti minyak tanah. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan

dan kelola sampah secara maksimal dan profesional.

KUNCI JAWABAN
:A


39. (1) Para hadirin semua yang sangat terhormat kami ucapkan terima kasih atas partisipasi yang telah

diberikan. (2) Semoga amal budi para ibu/bapak mendapat imbalan dari Tuhan.

Agar kalimat (1) menjadi kalimat efektif, kata yang harus dihilangkan adalah....

A. hadirin, sangat, dan yang

B. para, semua, dan sangat

C. hadirin, yang, dan sangat

D. para, sangat, dan terhormat

KUNCI JAWABAN :B


40. Pertandingan persija dan persib berakhir Seri. Hal itu membuat para pendukungnya Kecewa. Para

pendukung menginginkan idolanya menjadi pemenang Dalam pertandingan tersebut.

Perbaikan penggunaan huruf kapital pada paragraf tersebut adalah....

A

Persija

Persib

Hal

Kecewa

Dalam

B

Persija

Seri

Kecewa

Para

Dalam

C

Persib

Seri

kecewa

Hal

Dalam

KUNCI JAWABAN :D


41. Penduduk desa Makmur mulai berkarya (1) di sawah. Mereka akan menumbuhkan (2) padi. Karena

musim penghujan sudah hadir (3). Mereka berharap panen tahun ini lebih baik.

Perbaikan pilihan kata pada paragraf tersebut adalah ....

A. membajak, menanamkan, ada

B. membajak, bertanam, ada

C. membajak, ditanam, datang

D. membajak, menanam, datang

KUNCI JAWABAN :D


42. Faras sangat gembira, sepeda yang ia impikan selama ini menjadi kenyataan. Sepeda itu, hadiah dari
Ibu karena ia mendapat peringkat di kelas.

Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....

A. Kota Jambi kota beradat

Tempat tinggal sanak saudara

Mari kita belajar giat

Supaya kelak tidak sengsara

B. Raja buah si raja pisang

Sedap disantap di kala senja

Riang hati bukan kepalang

Sepeda impian di depan mata

C. Buah duku buah durian

Dibeli ibu di pasar kenari

Senang hati dapat undian

Seperti mimpi siang hari

D. Ke Selat beli ikan selar

Beli juga tempoyak durian

Jika kita rajin belajar

Prestasi tinggi mudah diraih

KUNCI JAWABAN :B


43. Perhatikan pantun berikut!

Buah cempedak buah durian

Pergi ke pekan naik sepeda

[...] (1)

[...] (2)

Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah ...

A. (1) Jangan ragu berbuat baik

(2) Senyum saja sudah ibadah

B. (1) Pikir dulu sebelum bertindak

(2) Menyesal kemudian tiada guna

C. (1) Supaya tidak sesal kemudian

(2) Diperlukan selalu sikap waspada

D. (1) Mari kita jalin silaturahmi

(2) Untuk menambah sanak saudara

KUNCI JAWABAN :C


44. Denting jam tengah malam

[...]

Tuk bersujud

Kuagungkan Asma-Mu

Mohon ampunan-Mu

Larik bermajas untuk melengkapi puisi tersebut adalah ....

A. Bangunkan diriku

B. Terdengar nyaring

C. Kusebut nama-Mu

D. Tepat pukul tiga

KUNCI JAWABAN
:A


45. Mentari mulai terbit

Ucapkan salam selamat pagi

Senandung burung

Bernyanyi riang

Terbang [...]

Pilihan kata yang tepat untuk melengkapi puisi rumpang tersebut adalah....

A. di rumput hijau

C. jalan setapak

B. pinggir sawah

D. di angkasa raya

KUNCI JAWABAN
:D


46.Perhatikan gambar berikut!

Puisi yang tepat sesuai dengan gambar tersebut adalah ....

A. Kagumku kepada-Mu

Engkau ciptakan beragam

Kehidupan dalam laut

Makin kubersyukur pada-Mu

B. Rangkaian kehidupan

Di darat dan udara

Semua ciptaan-Mu

Syukurku atas nikmat-Mu

C. Engkau sangat mulia

Bak lampu penerang

Dalam kegelapan

Bagi kehidupan

D. Indahnya kehidupan

Berikan warna

Meski kutahu

Semua adalah ciptaan-Mu

KUNCI JAWABAN :A


47. Perhatikan kutipan naskah drama berikut!

Rina : Apa-apaan sih? Kok posterku disobek?

(menahan marah)

Aji : [...]

Rina : Maaf..maaf enak saja!

Aji : (dengan amat menyesal)

Iya deh, aku ganti postermu. Tapi kamu mau maafin aku kan?

Rina : Ya. Lain kali kamu jangan ceroboh.

Aji : (dengan tersenyum)

Oke, Bos!

Dialog yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang kutipan drama tersebut adalah...

A. Maafin aku Rina. Aku tidak sengaja.

B. Maafin aku Aji. Aku tidak sengaja.

C. Begitu saja kok kamu marah, Rin.

D. Baiklah aku akan beli yang baru.

KUNCI JAWABAN :A


48. Ruma Maida karya sutradara Teddy Soeriatmaja berhasil mendominasi nominasi dari kategori-

kategori terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2009. Dari 13 kategori, film yang dibintangi Atiqah

Hasiholan itu berhasil masuk 11 nominasi. Ketua Dewan Juri FFI, Niniek L.Kariem, pun

menjanjikan bahwa pemenang FFI 2009 akan diikutsertakan dalam ajang Academy Awards atau

dikenal Piala Oscar. Perhelatan FFI 2009 sendiri juga akan dibuat seperti pengumuman pemenang

Piala Oscar.

Pertanyaan yang jawabannya terdapat dalam paragraf tersebut adalah...

A.
Mengapa film Ruma Maida berhasil masuk 11 nominasi?

B.
Siapa yang menyelenggarakan Festival Film Indonesia 2009?

C.
Kapan Festival Film Indonesia 2009 dilaksanakan?

D.
Bagaimana pelaksanaan Festival Film Indonesia 2009?

KUNCI JAWABAN :D


49. Pemakaian earphone kini cukup meluas di kalangan masyarakat kita, utamanya kaum remaja

untuk mendengarkan musik dari MP3, MP4 atau iPod. Alat ini ukurannya kecil, mudah dibawa ke

mana-mana dan dapat digunakan mendengarkan suara secara bebas tanpa terganggu oleh orang

lain. Keunggulan itulah yang membuatnya digemari banyak orang. Namun harap tahu,

penggunaan yang berlebihan dan dalam waktu lama bisa mengakibatkan ketulian.

Pernyataan yang sesuai dengan isi paragraf tersebut adalah ...

A. Earphone merupakan alat bantu dengar bagi orang yang mengalami gangguan pendengaran.

B. Kaum remaja dapat mendengarkan musik dengan menggunakan berbagai alat secara bebas.

C. Earphone dapat menimbulkan gangguan pendengaran penggunanya bila digunakan terlalu

lama.

D. Meskipun berukuran kecil, Earphone mampu menimbulkan suara yang sangat keras.

KUNCI JAWABAN :C


50. (1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam

aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak

gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku

tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu

sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal

menurutku,
Mawar
lebih
mirip
penyanyi
kesukaanmu,
Mulan
Jamila).

Bukti bahwa watak tokoh „dia‟ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat

bernomor ....

A. (1) dan (2)

B. (2) dan (3)

C. (3) dan (4)

D. (4) dan (5)

KUNCI JAWABAN
:A


51. Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu.

Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak

lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.

Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah....

A.
Mentari meredup

B.
Mentari di sebelah barat

C.
Ketika kerumunan tidak bersama

D.
Kebohongan yang disampaikan tokoh kamu

KUNCI JAWABAN :B


52. Perhatikan paragraf berikut!

Pada tahun 1960, pemerintah menentukan penggunaan tanah seluas 552 hektar sebagai

tempat rekreasi. Daerah rekreasi di bagian tengah seluas 137 hektar inilah kemudian

terkenal sebagai Taman Impian Jaya Ancol. Untuk melaksanakan pembangunan daerah

Ancol, pemerintah membentuk sebuah panitia dan sekaligus menunjuk Gubenur DKI

Jakarta sebagai penanggung jawab. Pembangunan dimulai bulan Oktober 1962 oleh Citra

Engineering, sebuah perusahaan kontraktor Perancis, dan selesai pada bulan Februari

1966.

Judul yang tepat untuk paragraf laporan tersebut adalah ....

A. Taman Impian Jaya Ancol

B. Pembangunan Taman Impian Jaya Ancol

C. Sejarah Berdirinya Taman Impian Jaya Ancol

D. Silsilah Terbentuknya Taman Impian Jaya Ancol

KUNCI JAWABAN :B


53. Perhatikan slogan berikut!

Satu Pohon ditanam untuk kehidupan

Itulah perbuatan yang dilakukan daripada

Seribu Pohon ditebang untuk tambang

Perbaikan slogan tersebut yang tepat adalah ....

A. Seribu Pohon ditanam untuk kehidupan

lebih baik dari

Satu Pohon ditebang untuk tambang

B. Satu Pohon ditebang untuk tambang

lebih baik

Satu Pohon ditanam untuk kehidupan

C. Satu Pohon ditanam untuk Kehidupan

lebih baik daripada

Seribu Pohon ditebang untuk tambang

D. Satu Pohon ditanam untuk kehidupan

Sedangkan

Satu Pohon ditebang untuk tambang

KUNCI JAWABAN :C


54. SMK Pembina melaksanakan program OSIS penyuluhan tentang penyalahgunaan narkoba dengan

mendatangkan narasumber kondang. Sebagai ketua OSIS, Rehan menyampaikan tujuan

kegiatantersebut.

Bagian isi pidato Rehan yang sesuai ilustrasi tersebut adalah ...

A. Selamat pagi saya ucapkan kepada Kepala Sekolah, narasumber, Bapak dan Ibu guru, dan

teman-teman yang telah hadir pada acara ini.

B. Bapak ibu dan teman-teman, pertama-tama kita panjatkan syukur ke hadirat Allah yang telah

memberikan nikmat kepada kita sehingga bisa melaksanakan program ini.

C. Teman-teman yang saya sayangi, kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud agar kita bisa

menjaga diri, tidak terjerumus dan terjebak dalam dunia narkoba.

D. Teman-teman, sesuai dengan program yang telah disepakati mari ikuti kegiatan ini. Semoga

teman-teman bisa mengambil hikmahnya.

KUNCI JAWABAN :C


55. Semua siswa wajib merasakan upacara setiap hari Senin.

Perbaikan kata yang dicetak miring pada kalimat tersebut yang tepat adalah ....

A. mengikuti

B. mendalami

C. menjalani

D. menyatakan

KUNCI JAWABAN :A


56. Simpulan karya ilmiah

Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan kecakapan hidup (life

skill) siswa memerlukan fasilitas penunjang yang variatif dan kepedulian seluruh pihak pada

sekolah.

Saran yang tepat sesuai simpulan tersebut adalah ...

A. Pimpinan sekolah terus aktif membangun kerja sama dengan swasta dalam meningkatkan

kualitas pembelajaran.

B. Peningkatan kecakapan hidup juga tidak melulu pada aspek akademis semata

C. Perlu diadakan fasilitas penunjang yang variatif dalam mengelola sekolah agar program life

skill tercapai

D. Dalam merumuskan pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah lebih

berorientasi pada upaya peningkatan pelayanan professional kependidikan.

KUNCI JAWABAN :C


57. (Sesudah 10 menit mereka mengobrol melalui hape, Rini sadar, tagihan hape Ayah akan

membengkak di akhir bulan. Lalu mereka berjanji akan bertemu}

(1) Ayah : Apa kata sahabatmu?

(2) Rini : Kami akan bertemu nanti sore di

pantai Kuta, seberang hotel Hard Rock. Ayah tahu tempatnya?

(3) Ayah :Tahu dong, kita bisa melihat sunset di sana!

(4) Ibu : Ayah mulai genit ya? (ibu menangis tersedu-sedu di dalam kamar .)

(5) Ayah : Hmm... sepertinya begitu. Kita lihat saja nanti!

Perbaikan kesalahan petunjuk laku nomor (4) pada naskah drama tersebut adalah ....

A. O ... begitu ya sekarang! Pantas sikap ayah berbeda sekarang!

B. Wah... wah...wah...! Sudah zaman Edan sekarang. Tua-tua juga gak tahu diri!

C. (sambil memandang curiga ke arah ayah dengan wajah cemburu)

D. (Papa jangan gegabah membawa Airin ke sana)

KUNCI JAWABAN :C

materi un

01.39 Edit This 0 Comments »
Artikel adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan (melalui koran, majalah, buletin, dsb) dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur. Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.
Narasi
Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur.
Narasi dapat berisi fakta atau fiksi. Narasi yang berisi fakta disebut narasi ekspositoris, sedangkan narasi yang berisi fiksi disebut narasi sugestif. Contoh narasi ekspositoris adalah biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman. Pola narasi secara sederhana berbentuk susunan dengan urutan awal – tengah – akhir.
Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca.
Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda.
Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.
Langkah menyusun narasi (terutama yang berbentuk fiksi) cenderung dilakukan melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide.
Contoh narasi berisi fakta:
Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Beliau memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah.
Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945.
Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949.
Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang.
Contoh narasi fiksi:
Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Ada yang berdegup keras di dalam dada, namun kuusahakan untuk menepiskannya. Jangan, Bowo, sergah hati kecilku, jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Ratri, dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya.
Deskripsi
Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
Karangan deskripsi memiliki ciri-ciri seperti:
menggambarkan atau melukiskan sesuatu,
membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.
Pola pengembangan paragraf deskripsi:
1. Paragraf Deskripsi Spasial, paragraf ini menggambarkan objek kusus ruangan, benda atau tempat.
2. Paragraf Deskripsi Subjektif, paragraf ini menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis.
3. Paragraf Deskripsi Objektif, paragraf ini menggambarkan objek dengan apa adanya atau sebenarnya.
Langkah menyusun deskripsi:
1. Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan
2. Tentukan tujuan
3. Mengumpulkan data dengan mengamati objek yang akan dideskripsikan
4. Menyusun data tersebut ke dalam urutan yang baik (menyusun kerangka karangan)
5. Menguraikan kerangka karangan menjadi dekripsi yang sesuai dengan tema yang ditentukan
Contoh Narasi / karangan deskripsi : Tepat pukul 06.00 aku terbangun, diiringi dengan suara – suara ayam yang berkokok seolah menyanyi sambil membangunkan orang – orang yang masi tidur. serta dapat ku lihat burung – burung yang berterbangan meninggalkan sarangnya untuk mencari makan.
Eksposisi
Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.
Langkah menyusun eksposisi:
1. Menentukan topik/tema
2. Menetapkan tujuan
3. Mengumpulkan data dari berbagai sumber
4. Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
5. Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.
Contoh
Contoh topik yang tepat untuk eksposisi:
Peranan majalah dinding di sekolah
Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil.
Contoh karangan eksposisi pada umumnya:
Dalam bidang akuntasi, pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan, juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan.
Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut.

Argumentasi
Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/kesimpulan dengan data/fakta sebagai alasan/bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.
Langkah menyusun argumentasi:
1. Menentukan topik/tema
2. Menetapkan tujuan
3. Mengumpulkan data dari berbagai sumber
4. Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
5. Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi
Contoh
Contoh tema/topik yang tepat untuk argumentasi:
Sekolah Menengah Kejuruan sebagai aset bangsa yang potensial.
Contoh karangan argumentasi pada umumnya:
Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan, pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.
Persuasi
Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya.
Langkah menyusun persuasi:
1. Menyusun kerangka karangan
2. Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi
Contoh
Contoh tema/topik yang tepat untuk persuasi:
Katakan tidak pada NARKOBA,
Contoh karangan persuasi pada umumnya:
Salah satu penyakit yang perlu kita waspadai di musim hujan ini adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Untuk mencegah ISPA, kita perlu mengonsumsi makanan yang bergizi, minum vitamin dan antioksidan. Selain itu, kita perlu istirahat yang cukup, tidak merokok, dan rutin berolah raga.

Mengenal Matriks
Matriks adalah kumpulan bilangan berbentuk persegi panjang yang disusun menurut baris dan kolom. Bilangan-bilangan yang terdapat di suatu matriks disebut dengan elemen atau anggota matriks. Dengan representasi matriks, perhitungan dapat dilakukan dengan lebih terstruktur. Pemanfaatannya misalnya dalam menjelaskan persamaan linier, transformasi koordinat, dan lainnya. Matriks seperti halnya variabel biasa dapat dimanipulasi, seperti dikalikan, dijumlah, dikurangkan dan didekomposisikan.
Mengenal Diagram
Diagram adalah representasi dua dimensi simbolik geometris informasi menurut beberapa teknik visualisasi. Kadang-kadang, teknik tersebut menggunakan visualisasi tiga-dimensi yang kemudian diproyeksikan ke permukaan dua dimensi. Grafik Kata kadang-kadang digunakan sebagai sinonim untuk diagram.
Otobiografi
Otobiografi adalah biografi yang ditulis oleh subjeknya (atau, dalam penggunaan modern, dikarang bersama-sama dengan penulis lain dan disebutkan sebagai “sebagaimana diceritakan” atau “dengan”). Dalam bahasa Inggris istilah autobiography pertama kali digunakan oleh penyair Robert Southey pada 1809, namun bentuk otobiografi sendiri sudah ada sejak zaman kuno.
Pengarang biografi biasanya mengandalkan berbagai sudut pandang dan bemacam ragam dokumen, sedangkan otobiografi bisa saja didasarkan sepenuhnya pada ingatan pengarang. Otobiografi juga terkait dengan memoar, dan kadang-kadang agak sukar membedakan keduanya.
Dalam bahasa Melayu contoh otobiografi terawal adalah Hikayat Nakhoda Muda (1788) dan Hikayat Abdullah (1849).
Biografi
Biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang. Sebuah biografi lebih kompleks daripada sekedar daftar tanggal lahir atau mati dan data-data pekerjaan seseorang, biografi juga bercerita tentang perasaan yang terlibat dalam mengalami kejadian-kejadian tersebut.

01.22 Edit This 0 Comments »
MAKALAH
NASIKH DAN MANSUKH




Disusun oleh:
Liza Lutfiyana


SMK MUHAMMADIYAH BLIGO
BUARAN-PEKALONGAN
TAHUN AJARAN 2011/2012

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Dari awal hingga akhir, al-Qur’an merupakan kesatuan utuh. Tak ada pertentangan satu dengan lainnya. Masing-masing saling menjelaskan al-Qur’an yufassir-u ba’dhuhu ba’dha. Dari segi kejelasan, ada empat tingkat pengertian. Pertama, cukup jelas bagi setiap orang. Kedua, cukup jelas bagi yang bisa berbahasa Arab. Ketiga, cukup jelas bagi ulama/para ahli, dan keempat, hanya Allah yang mengetahui maksudnya([2]). Dalam al-Qur’an dijelaskan tentang adanya induk pengertian hunna umm al-kitab([3]) yang sudah mempunyai kekuatan hokum tetap. Ketentuan-ketentuan induk itulah yang senantiasa harus menjadi landasan pengertian dan pedoman pengembangan berbagai pengertian, sejalan dengan sistematisasi interpretasi dalam ilmu hukum -hubungan antara ketentuan undang-undang yang hendak ditafsirkan dengan ketentuan-ketentuan lainnya dari undang-undang tersebut maupun undang-undang lainnya yang sejenis, yang harus benar-benar diperhatikan supaya tidak ada kontradiksi antara satu ayat dengan ayat lainnya.
Hal ini untuk menjamin kepastian hukum. Sementara, unsur-unsur bahasa, sistem dan teologi dari teori interpretasi hukum masih harus dilengkapi dengan satu unsur lain yang tidak kalah pentingnya. Itulah unsur sejarah yang melatarbelakangi terbentuknya suatu undang-undang, yang biasa dikenal “interpretasi historis.” Dalam ilmu tafsir ada yang disebut asbabun nuzul, yang mempunyai unsur historis cukup nyata. Dalam kaitan ini para mufassir memberi tempat yang cukup tinggi terhadap pengertian ayat al-Qur’an. Dalam konteks sejarah yang menyangkut interpretasi itulah kita membicarakan masalah nasikh-mansukh.
BAB II
PEMBAHASAN
A. ASAS NASIKH MANSUKH
Andaikan al-Qur’an tidak diturunkan dari Allah, isinya pasti saling bertentangan([4]). Ungkapan ini sangat penting dalam rangka memahami dan menafsirkan ayat-ayat serta ketentuan-ketentuan yang ada dalam al-Qur’an. Kitab Suci yang terdiri dari 6000 ayat lebih dan terbagi dalam 114 kelompok surat, mengandung berbagai jenis pembicaraan dan persoalan. Didalamnya terkandung antara lain nasihat, sejarah, dasar-dasar ilmu pengetahuan, keimanan, ajaran budi luhur, perintah dan larangan. Masalah-masalah yang disebutkan terakhir ini, tampak jelas dengan adanya ciri-ciri hukum didalamnya. Semua jenis masalah ini terkait satu dengan lainnya dan saling menjelaskan.
Dalam kaitan itu, Imam Suyuthi maupun Imam Syathibi banyak mengulas prinsip tersebut. Mereka mencatat adanya pendapat yang memandang adanya tiap ayat atau kelompok ayat yang berdiri sendiri. Tapi semuanya berpendapat bahwa antara satu ayat dengan ayat lainnya dari al-Qur’an tidak ada kontradiksi (ta’arudl). Dari asas inilah lahir metode-metode penafsiran untuk meluruskan pengertian terhadap bagian-bagian yang sepintas lalu tampak saling bertentangan. Adanya gejala pertentangan (ta’arudl) yang demikian merupakan asas metode penafsiran dimana Nasikh-Mansukh merupakan salah satu bagiannya([5]).
B. PENGERTIAN NASIKH MANSUKH
Nasikh-Mansukh berasal dari kata naskh. Dari segi etimologi, kata ini dipakai untuk beberapa pengertian: pembatalan, penghapusan, pemindahan dan pengubahan. Menurut Abu Hasyim, pengertian majazinya ialah pemindahan atau pengalihan([6]). Diantara pengertian etimologi itu ada yang dibakukan menjadi pengertian terminologis. Perbedaan terma yang ada antara ulama mutaqaddim dengan ulama mutaakhkhir terkait pada sudut pandangan masing-masing dari segi etimologis kata naskh itu. Ulama mutaqaddim memberi batasan naskh sebagai dalil syar’I yang ditetapkan kemudian, tidak hanya untuk ketentuan/hukum yang mencabut ketentuan/hukum yang sudah berlaku sebelumnya, atau mengubah ketentuan/hukum yang pertama yang dinyatakan berakhirnya masa pemberlakuannya, sejauh hukum tersebut tidak dinyatakan berlaku terus menerus, tapi juga mencakup pengertian pembatasan (qaid) bagi suatu pengertian bebas (muthlaq). Juga dapat mencakup pengertian pengkhususan (makhasshish) terhadap suatu pengertian umum (‘am). Bahkan juga pengertian pengecualian (istitsna). Demikian pula pengertian syarat dan sifatnya.
Sebaliknya ulama mutaakhkhir memperciut batasan-batasan pengertian tersebut untuk mempertajam perbedaan antara nasikh dan makhasshish atau muqayyid, dan lain sebagainya, sehingga pengertian naskh terbatas hanya untuk ketentuan hukum yang datang kemudian, untuk mencabut atau menyatakan berakhirnya masa pemberlakuan ketentuan hukum yang terdahulu, sehingga ketentuan yang diberlakukan ialah ketentuan yang ditetapkan terakhir dan menggantikan ketentuan yang mendahuluinya. Dengan demikian tergambarlah, di satu pihak naskh mengandung lebih dari satu pengertian, dan di lain pihak -dalam perkembangan selanjutnya- naskh membatasinya hanya pada satu pengertian([7]).
C. PERBEDAAN NASKH DAN TAKHSHIS
NASAKH
1. Satuan yang terdapat dalam Nasakh bukan merupakan bagian satuan yang tedapat dalam Mansukh.
2. Nasakh adalah menghapuskan hokum dari seluruh satuan yang tercakup dalam dalil mansukh.
3. Nasakh hanya terjadi dengan dalil yang dating kemudian.
4. Nasakh adanya menghapuskan hubungan Mansukh dalam rentang waktu yang tidak terbatas.
5. Setelah terjadi nasakh, seluruh satuan yang terdapat dalam nasikh tidak terikat dengan hokum yang tedapat dalam mansukh.
TAKSHSIS
1. Satuan yang tedapat dalam takhshis merupakan sebagian dari satuan yang terdapat dalam lafadz ‘aam.
2. Takhshis adalah merupakan hokum dari sebagian satuan yang tercakup dalam dalil ‘aam.
3. Takhshis dapat terjadi baik dengan dalil yang kemudian maupun menyertai dan mendahuluinya.
4. Takhshis tidak menghapuskan hokum ‘aam sama sekali. Hokum ‘aam tetap berlaku meskipun sudah dikhushuskan.
5. Setelah terjadi Takhshis, sisa satuan yang terdapat pada ‘aam tetap terikat oleh dalil áam.
D. JENIS-JENIS NASKH
Masalah pertama yang ingin kami soroti dalam bagian ini ialah adanya naskh antara satu syari’at dengan syari’at lainnya. Ini terjadi sebagaimana dapat kita amati antara syari’at Nabi Isa as. dengan syari’at hukum agama Yahudi yang lebih dahulu ada. Dalam hubungan ini, dapat kita katakan bilamana kita mengikrarkan Islam sebagai syari’at, dengan sendirinya kita mengaku adanya naskh, karena syari’at-syari’at sebelumnya tidak akan kita anut lagi dan semua hukumnya pun tidak akan kita berlakukan, sepanjang tidak dikukuhkan kembali oleh syari’at Nabi Muhammad saw.
Jadi, adanya nasikh-mansukh antar syari’at itu merupakan salah satu jenis naskh. Hal semacam ini jika ditinjau dari segi pendekatan ilmu hukum, sangat jelas maksudnya, misalnya pengertian suatu pemerintahan/Negara dengan pemerintahan/ negara lainnya. Contohnya, adanya pemerintahan/Negara kolonial Hindia Belanda dengan pemerintahan/negara nasional Republik Indonesia. Dalam kaitan ini soal kedaulatan, hokum dasar dan hukum-hukum yang langsung berhubungan dengan kedaulatan, serta hukum-hukum lainnya semuanya dicabut dan tidak diberlakukan lagi sepanjang tidak dikukuhkan pemerintah/negara baru itu.
Jika kita sudah melihat adanya nasikh-mansukh antar syari’at, apakah didalam satu syari’at terjadi juga nasikh-mansukh antara hukum yang satu dengan hukum yang lainnya? Jika kita kembali pada syari’at Islam sendiri, kita akan menemui beberapa kasus yang dapat memberikan jawaban atas masalah ini.
1. Sesudah hijrah ke Madinah, kaum Muslim masih berkiblat ke arah Bait al-Muqaddas. Sekitar enam bulan kemudian, Allah menetapkan ketentuan lain: keharusan berkiblat ke arah Bait al-Haram([14]). Ini berarti terjadi nasikh-mansukh dalam hokum kiblat. Kasus lain misalnya dalam hal shalat yang semula tidak diperintahkan lima waktu dengan 17 raka’at. Ini juga berarti telah terjadi nasikh-mansukh dalam hukum shalat.
2. Kasus-kasus yang digambarkan di atas, semuanya menyangkut bidang ibadat. Sedangkan di bidang mu’amalat, dapat pula kita catat beberapa kasus, misalnya hukum keluarga. Sebagai contoh, semula ditetapkan masa tenggang (‘iddah) bagi seorang janda, lamanya 1 (satu) tahun([15]). Beberapa waktu kemudian ditetapkan ketentuan hukum lain bahwa masa tenggangnya 4 bulan 10 hari([16]). Di bidang lain ada pula perubahan-perubahan yang menyangkut ketentuan hokum pembelaan diri, tentang minuman keras dan sebagainya.
Dari seluruh kasus-kasus tersebut dapat ditarik kesimpulan, memang terbukti adanya nasikh-mansukh yang sifatnya intern dalam syari’at Islam. Beberapa ketentuan hukum yang sudah berlaku, kemudian dicabut atau berakhir masa pemberlakuannya dan diganti dengan ketentuan hukum lain. Hal seperti ini, jika dilihat dari sudut pendekatan ilmu hukum adalah hal yang lumrah dan banyak terjadi. Bahwa suatu undang-undang atau peraturan hukum lainnya dicabut atau dinyatakan tidak berlaku lagi, kemudian diganti dengan menetapkan undang-undang atau peraturan lain.
Persoalan lebih jauh dalam masalah nasikh-mansukh ini ialah soal nasikh-mansukh antara al-Qur’an dengan Sunnah. Adanya nasikh-mansukh antara satu ayat yang memuat ketentuan hokum dalam al-Qur’an dengan lain ayat yang juga memuat ketentuan hukum dalam soal yang sama, adalah satu hal yang tidak diperselisihkan lagi. Demikian pula adanya nasikh-mansukh antara satu hadits yang memuat ketentuan hukum dalam soal yang sama, merupakan satu hal yang tidak diperselisihkan lagi. Juga, adanya nasikh-mansukh antara satu hadits yang memuat ketentuan hukum dalam Sunnah dengan lain hadits yang juga memuat ketentuan hukum dalam soal yang sama, merupakan satu hal yang sudah tidak diperselisihkan lagi.
Masalah yang menimbulkan perbedaan pendapat diantara para ulama ialah adanya nasikh-mansukh silang antara al-Qur’an dengan Hadits/Sunnah. Jika disimak alasan masing-masing pihak, mungkin dapat ditarik satu garis bahwa faktor utama terjadinya perbedaan pendapat ialah pandangan masing-masing tentang kedudukan hirarki al-Qur’an dan Sunnah dalam syari’at itu sendiri. Dalam kaitan hirarki al-Qur’an dan Sunnah, ada semacam kesepakatan bahwa dalam nasikh-mansukh kedua unsurnya harus sama tingkatnya dan sama nilai dan sifatnya. Lembaga tawatur dan ahad termasuk faktor yang dipertimbangkan. Jalan pikiran seperti ini terdapat juga di kalangan ahli hukum bahwa suatu peraturan hukum tidak dapat dicabut dengan peraturan hokum lainnya yang lebih rendah tingkatannya.
Demikian pula lembaga yang mengeluarkan peraturan hukum menjadi factor pertimbangan. Berdasarkan pemikiran ini, ada satu hal yang perlu kita catat bahwa setelah Rasulullah saw wafat maka tidak ada lagi nasikh-mansukh yang mungkin terjadi pada syari’at. Jenis nasikh-mansukh yang diuraikan diatas, menyangkut segi formalnya. Jenis lain yang menyangkut segi materialnya, ada yang bersifat eksklusif (sharih) dan inklusif (dlimni). Untuk yang bersifat sharih, nasikh itu langsung menjelaskan mansukhnya, misalnya hukum kiblat. Ketentuan yang nasikh (pengganti) ditetapkan secara jelas([17]). Ini contoh dari al-Qur’an. Sedangkan contoh lain dari Sunnah misalnya hokum ziarah kubur. Didalam hadits disebutkan, “Pernah aku melarang kalian melakukan ziarah kubur. Sekarang lakukanlah!”([18]). Berbeda dengan hal tersebut diatas, nasikh yang bersifat dlimni tidak memuat penegasan didalamnya bahwa ketentuan yang mendahuluinya tercabut, tetapi isinya cukup jelas bertentangan dengan ketentuan yang mendahuluinya. Jenis seperti inilah yang banyak ditemukan dalam hukum syari’at.
E. HIKMAH ADANYA NASKH
Adanya nasikh-mansukh tidak dapat dipisahkan dari sifat turunnya al-Qur’an itu sendiri dan tujuan yang ingin dicapainya. Turunnya Kitab Suci al-Qur’an tidak terjadi sekaligus, tapi berangsur-angsur dalam waktu 20 tahun lebih. Hal ini memang dipertanyakan orang ketika itu, lalu Qur’an sendiri menjawab, pentahapan itu untuk pemantapan,([22]) khususnya di bidang hukum. Dalam hal ini Syekh al-Qasimi berkata, sesungguhnya al-Khalik Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi mendidik bangsa Arab selama 23 tahun dalam proses tadarruj (bertahap) sehingga mencapai kesempurnaannya dengan perantaraan berbagai sarana sosial. Hukum-hukum itu mulanya bersifat kedaerahan, kemudian secara bertahap diganti Allah dengan yang lain, sehingga bersifat universal. Demikianlah Sunnah al-Khaliq diberlakukan terhadap perorangan dan bangsa-bangsa dengan sama.
Jika engkau melayangkan pandanganmu ke alam yang hidup ini, engkau pasti akan mengetahui bahwa naskh (penghapusan) adalah undang-undang alami yang lazim, baik dalam bidang material maupun spiritual, seperti proses kejadian manusia dari unsur-unsur sperma dan telur kemudian menjadi janin, lalu berubah menjadi anak, kemudian tumbuh menjadi remaja, dewasa, kemudian orang tua dan seterusnya.
Setiap proses peredaran (keadaan) itu merupakan bukti nyata, dalam alam ini selalu berjalan proses tersebut secara rutin. Dan kalau naskh yang terjadi pada alam raya ini tidak lagi diingkari terjadinya, mengapa kita mempersoalkan adanya penghapusan dan proses pengembangan serta tadarruj dari yang rendah ke yang lebih tinggi? Apakah seorang dengan penalarannya akan berpendapat bahwa yang bijaksana langsung membenahi bangsa Arab yang masih dalam proses permulaan itu, dengan beban-beban yang hanya patut bagi suatu bangsa yang telah mencapai kemajuan dan kesempurnaan dalam kebudayaan yang tinggi? Kalau pikiran seperti ini tidak akan diucapkan seorang yang berakal sehat, maka bagaimana mungkin hal semacam itu akan dilakukan Allah swt. Yang Maha Menentukan hukum, memberikan beban kepada suatu bangsa yang masih dalam proses pertumbuhannya dengan beban yang tidak akan bisa dilakukan melainkan oleh suatu bangsa yang telah menaiki jenjang kedewasaannya? Lalu, manakah yang lebih baik, apakah syari’at kita yang menurut sunnah Allah ditentukan hukum-hukumnya sendiri, kemudian di-nasakh-kan karena dipandang perlu atau disempurnakan hal-hal yang dipandang tidak mampu dilaksanakan manusia dengan alasan kemanusiaan? Ataukah syari’at-syari’at agama lain yang diubah sendiri oleh para pemimpinnya sehingga sebagian hukum-hukumnya lenyap sama sekali?([23])
Syari’at Allah adalah perwujudan dari rahmat-Nya. Dia-lah yang Maha Mengetahui kemaslahatan hidup hamba-Nya. Melalui sarana syari’at-Nya, Dia mendidik manusia hidup tertib dan adil untuk mencapai kehidupan yang aman, sejahtera dan bahagia di dunia dan di akhirat.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
al-Qur’an merupakan kesatuan utuh. Tak ada pertentangan satu dengan lainnya. Masing-masing saling menjelaskan al-Qur’an yufassir-u ba’dhuhu ba’dha. Kitab Suci yang terdiri dari 6000 ayat lebih dan terbagi dalam 114 kelompok surat, mengandung berbagai jenis pembicaraan dan persoalan. Adanya nasikh-mansukh tidak dapat dipisahkan dari sifat turunnya al-Qur’an itu sendiri dan tujuan yang ingin dicapainya.

DAFTAR KEPUSTAKAAN
1. Jalaluddin al-Suyuthi, Al-Itqan
2. Ibn Katsir, Tafsir-u ‘l-Qur’an-i ‘l-’Azhim
3. Imam Abu Zahrah, Ushul al-Fiqh
4. Al-Thusi, Uddat al-Ushul
5. ‘Abbas Mutawalli Hamadah, Al-Sunnat al-Nabawiyyah
6. Shihab, Op.cit.,:144
7. Al Zarqani, Op.cit.,:80
8. Subhi ash Shalih, Mabahits fi ‘Ulum al Quran, Dar al Qolam li al Malayin, Beirut 1988:271.
9. Badr ad Din Muhammad bin ‘Abdillah az Zarkasyi, al Burhan fi ‘Ulum al Quran, jilid II:78
10. Imam Muslim, Al-Jami’ al-Shahih
11. Imam Al-Subki, Jam’ al-Jawami’